Logo

Tiang Jaringan Internet di Lahan Warga Kedundung Mojokerto Menuai Protes

Reporter:,Editor:

Senin, 06 July 2026 12:00 UTC

Tiang Jaringan Internet di Lahan Warga Kedundung Mojokerto Menuai Protes

Nur Kholik, pemilik lahan menunjuk lokasi pemasangan tiang jaringan internet di pekarangannya di Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Senin, 6 Juli 2026. Foto : Wanto

JATIMNET.COM, Mojokerto – Keberadaan sebuah tiang jaringan internet di pekarangan milik warga Lingkungan Kejangan, RT 01 RW 01, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto menuai protes.

Pemilik lahan meminta tiang tersebut segera dipindahkan karena dinilai mengganggu rencana pemanfaatan tanah miliknya.

Pemilik lahan, Nur Kholik, mengatakan tiang itu telah berdiri sekitar satu tahun di pekarangannya tanpa sepengetahuannya. Ia baru mengetahui keberadaan tiang tersebut setelah pemasangan selesai dilakukan.

"Saya sama sekali tidak pernah dimintai izin. Tahu-tahu tiang sudah berdiri di pekarangan saya. Dari RT maupun RW juga tidak pernah ada pemberitahuan," ujar Nur Kholik, Senin, 6 Juli 2026.

Menurutnya, keberadaan tiang tersebut menghambat rencana menguruk pekarangan dan membangun fondasi di sisi jalan. Selain itu, ia juga khawatir keberadaan tiang akan memengaruhi nilai jual tanah apabila suatu saat ingin menjualnya.

Kekecewaan itu kemudian diunggah Nur Kholik melalui media sosial hingga menjadi perhatian publik. Setelah unggahan tersebut viral, Ketua RT dan Ketua RW setempat berupaya memediasi persoalan dengan mendatangi pemilik lahan.

Namun, hingga kini belum diketahui pihak penyedia layanan internet yang memasang tiang tersebut. Identitas pemilik jaringan masih ditelusuri agar persoalan dapat segera diselesaikan.

"Saya hanya ingin tiang ini segera dipindahkan. Saya juga berharap ada tanggung jawab atau kompensasi yang wajar. Saya tidak meminta kompensasi selamanya, yang penting tiangnya dipindah," katanya.

Nur Kholik menyebut di lingkungan tempat tinggalnya terdapat sekitar lima tiang jaringan internet milik sejumlah penyedia layanan. Dari jumlah tersebut, hanya satu tiang yang berdiri di atas pekarangan warga dan memicu protes.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak penyedia layanan internet terkait pemasangan tiang tersebut.

Warga berharap perusahaan yang bertanggung jawab segera memberikan klarifikasi sekaligus menyelesaikan persoalan dengan memindahkan tiang dari lahan milik Nur Kholik.