Logo

Hilang Empat Hari, Kekek di Mojokerto Ditemukan Terapung di Sungai Pikatan

Reporter:,Editor:

Senin, 06 July 2026 14:30 UTC

Hilang Empat Hari, Kekek di Mojokerto Ditemukan Terapung di Sungai Pikatan

Tim BPBD Kabupaten Mojokerto melakukan evakuasi tubuh kakek yang ditemukan terapung di aliran Sungai kalipikatan Gondang, Senin sore, 6 Juli 2026. Foto : Wanto

JATIMNET.COM, Mojokerto – Seorang kakek warga Dusun Kesono, Desa Bakalan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto yang dilaporkan hilang akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, Senin sore, 6 Juli 2026 sekitar pukul 16.30 WIB.

Jenazah korban bernama Iksan, 70 tahun, ditemukan dengan posisi terapung di aliran Sungai Pikatan, Desa Kemasantani, Kecamatan Gondang.

Yang kali pertama menemukannya adalah seorang santri saat hendak membuang sampah. Setelah melihat sesosok tubuh mengapung di sungai, saksi melapor kepada petugas keamanan. Hingga akhirnya, diteruskan kepada tim gabungan untuk dilakukan evakuasi.

Kepala Desa Bakalan, Soliqhin membenarkan bahwa korban merupakan warganya yang telah dilaporkan hilang selama empat hari.

Iksan dilaporkan hilang sejak Kamis malam, 2 Juli 2026. Sebelum meninggalkan rumah, kakek itu berpamitan kepada keluarga untuk mengairi tanaman di sawah.

Namun, hingga beberapa jam kemudian, korban tak kunjung pulang. Pihak keluarga yang mulai khawatir akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah desa, relawan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, dan Polsek Gondang.

Proses pencarian korban akhirnya dijalankan. Dalam proses ini, menurut Soliqhin, tim gabungan telah menyisir sejumlah lokasi hingga wilayah Kecamatan Pacet. Bahkan, area tempat ditemukannya korban juga sempat diperiksa, namun saat itu belum ditemukan keberadaan korban.

"Baru pada sore hari seorang santri menemukan jenazah korban mengapung di sungai. Berdasarkan informasi dari rumah sakit, korban diperkirakan telah meninggal sekitar tiga hari sebelum ditemukan," jelas Soliqhin.

Usai dievakuasi, jenazah dibawa ke RSUD Sumberglagah, Pacet untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian. Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.

"Biasanya kalau mengairi sawah sekitar dua jam sudah selesai. Namun malam itu korban tidak kunjung pulang. Keluarga kemudian melapor dan dilakukan pencarian oleh perangkat desa bersama relawan, BPBD, dan Polsek Gondang," ujar Soliqhin.

Menurutnya, selama proses pencarian tim gabungan telah menyisir sejumlah lokasi, termasuk hingga wilayah Kecamatan Pacet. Bahkan, area tempat ditemukannya korban juga sempat diperiksa, namun saat itu belum ditemukan keberadaan korban.

"Baru pada sore hari seorang santri menemukan jenazah korban mengapung di sungai. Berdasarkan informasi dari rumah sakit, korban diperkirakan telah meninggal sekitar tiga hari sebelum ditemukan," tambahnya.

Usai dievakuasi, jenazah dibawa ke RSUD Sumberglagah, Pacet, untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian. Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.