Kamis, 26 March 2026 04:00 UTC

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag Thobib Al Asyhar, Kamis, 26 Maret 2026. Foto: Dukumen Pribadi.
JATIMNET.COM, Surabaya – Kementerian Agama (Kemenag) mencatat sebanyak 667 ribu pernikahan bakal dilangsungkan pada bulan Syawal, tepatnya setelah Idulfitri 1447 Hijriah/2026.
Ratusan ribu rencana pernikahan itu berlangsung di tengah penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) oleh pemerintah.
Meski demikian, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag Thobib Al Asyhar mengatakan bahwa penerapan WFA tidak berdampak pada layanan pernikahan di Kantor Usaha Agama (KUA).
“Kami memastikan layanan KUA di seluruh Indonesia tetap berjalan. Kebijakan WFA tidak mengganggu layanan kepada masyarakat, terutama layanan yang bersifat langsung seperti pencatatan pernikahan,” ujarnya, Kamis, 26 Maret 2026.
Thobib menjelaskan, Kemenag telah mengatur pola dan jam kerja agar pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama. Sistem kerja kombinasi antara kehadiran fisik dan layanan berbasis digital untuk menjamin keberlangsungan layanan.
"Petugas KUA tetap siaga memberikan pelayanan secara bergiliran. Layanan tatap muka tetap tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan. Dan masyarakat tetap terlayani dengan baik," ungkapnya.
Selain itu, layanan KUA juga telah berbasis digital, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai kanal layanan online untuk pendaftaran dan informasi.
Ia mencontohkan, pencatatan pernikahan melalui https://simkah4.kemenag.go.id/ untuk mempermudah akses tanpa harus datang langsung ke kantor. Ini menjadi bagian dari komitmen Kemenag dalam menghadirkan layanan yang mudah, cepat, dan transparan.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Seluruh layanan KUA tetap berjalan dengan standar pelayanan yang sama," tandasnya.
