Logo

Kebakaran TNBTS Belum Padam, Tiga Helikopter Dikerahkan untuk Water Bombing

Reporter:,Editor:

Sabtu, 08 August 2026 06:30 UTC

Kebakaran TNBTS Belum Padam, Tiga Helikopter Dikerahkan untuk Water Bombing

Helikopter sedang mengisi air sebelum melakukan pengeboman air dalam upaya pemadaman api yang membakar kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Sabtu, 8 Agustus 2026. Foto: Zulalif.

JATIMNET.COM, Probolinggo – Kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) belum sepenuhnya terkendali hingga Sabtu pagi, 8 Agustus 2026.

Sekitar 176 hektare kawasan hutan di Watugede, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, terdampak kebakaran.

Untuk mencegah api meluas, tim gabungan masih melakukan pemadaman melalui jalur darat dan udara. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan dua helikopter untuk melakukan operasi water bombing.

Kedua helikopter diberangkatkan sekitar pukul 09.00 WIB dari Bandar Udara Abdul Rachman Saleh, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Helikopter kemudian menuju kawasan Watugede yang menjadi salah satu titik kebakaran.

Salah satu helikopter, PK-DBM, memiliki kapasitas angkut sekitar 1.000 liter air dalam sekali operasi. Dari udara, helikopter melakukan penyiraman ke sejumlah titik yang masih terbakar maupun mengeluarkan asap.

Air untuk operasi water bombing diambil dari kawasan Ranu Pani, Kabupaten Lumajang. Dua helikopter BNPB melakukan dropping air secara bergantian untuk membantu petugas yang masih berjibaku memadamkan api dari darat.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan penyebab kebakaran sementara diduga berkaitan dengan aktivitas manusia.

Salah satu dugaan yang tengah ditelusuri adalah aktivitas warga yang membuat perapian untuk menghangatkan tubuh di tengah kondisi cuaca dingin.

“Dugaan sementara mungkin ada warga yang membuat perapian untuk menghangatkan tubuh karena memang cuacanya dingin saat ini,” ujar Rudijanta.

Meski demikian, BBTNBTS belum memastikan penyebab kebakaran tersebut. Penyelidikan masih dilakukan untuk mengetahui sumber api hingga kemudian merambat dan membakar kawasan hutan.

Rudijanta menjelaskan, terdapat jalur tradisional di atas tebing sekitar lokasi kebakaran yang selama ini digunakan warga untuk melintas. Keberadaan jalur tersebut turut menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam penyelidikan.

Sementara itu, kepulan asap tebal masih terlihat dari kawasan pintu masuk wisata Gunung Bromo melalui jalur Cemoro Lawang, Kecamatan Sukapura, pada Sabtu pagi.

Petugas gabungan masih memprioritaskan titik-titik yang mengeluarkan asap serta lokasi yang berpotensi kembali terbakar. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api menjalar ke kawasan hutan lainnya.

Selain dua helikopter BNPB, satu helikopter tambahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur juga direncanakan dikerahkan untuk membantu pemadaman.

Jika terealisasi, total tiga helikopter akan mendukung operasi pemadaman kebakaran hutan di kawasan TNBTS.

Operasi pemadaman melalui jalur darat dan udara akan terus dilakukan hingga seluruh titik api berhasil dikendalikan. Petugas juga memperkuat upaya agar kobaran tidak meluas ke kawasan hutan lainnya.