Logo

Karhutla Bromo Meluas, Helikopter Water Bombing Dikerahkan

Reporter:,Editor:

Jumat, 07 August 2026 13:00 UTC

Karhutla Bromo Meluas, Helikopter Water Bombing Dikerahkan

Satu unit helikopter water bombing diterjunkan guna menangani karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang semakin meluas hingga hari kelima, Jumat, 7 Agustus 2026. Foto: Zulalif

JATIMNET.COM, Probolinggo – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur diperkuat melalui jalur udara.

Satu unit helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai dikerahkan untuk menjangkau titik api di medan terjal.

Hingga Jumat, 7 Agustus 2026, luas area yang terdampak karhutla mencapai sekitar 176,3 hektare. Operasi pemadaman dari udara dimulai sekitar pukul 16.00 WIB menggunakan helikopter dengan kapasitas angkut 1.000 liter air.

Helikopter bertolak dari Ranu Pani, Kabupaten Lumajang, menuju titik api di kawasan Pusung Jantur, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Namun, operasi water bombing hanya berlangsung sekitar 30 menit karena adanya pembatasan waktu operasional penerbangan. Sesuai ketentuan Lanud Abdulrachman Saleh, helikopter hanya diperbolehkan terbang hingga pukul 16.30 WIB.

Pemadaman dari udara dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Bahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana menambah satu unit helikopter agar proses pemadaman lebih optimal.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, tambahan satu helikopter tersebut diharapkan mempercepat penanganan karhutla yang saat ini menyisakan tiga titik api.

"Besok akan ditambah satu helikopter lagi sehingga ada dua helikopter yang beroperasi. Semoga besok karhutla di Bromo yang tinggal tiga titik segera padam," ujar Khofifah.

Menurut Khofifah, kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan dalam operasi pemadaman. Perubahan arah angin membuat penyiraman dari udara harus dilakukan secara cermat agar air tepat mengenai titik api.

Selain helikopter, petugas juga masih menggunakan drone penyemprot air untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit diakses melalui jalur darat.

Pemadaman udara diprioritaskan di kawasan Tebing B29 yang memiliki kontur curam. Kondisi tersebut menyulitkan personel gabungan untuk menjangkau sejumlah titik api secara langsung.

Helikopter mengambil pasokan air dari Ranu Pani yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi kebakaran. Dengan jarak tersebut, pengisian air dapat dilakukan berulang kali untuk mendukung proses water bombing.

Penyiraman tidak hanya ditujukan untuk memadamkan kobaran api. Air juga digunakan untuk membasahi vegetasi yang mengering akibat musim kemarau guna mencegah api kembali menyala dan merambat ke kawasan lain.

Sementara itu, pemadaman melalui jalur darat tetap dilakukan oleh ratusan personel gabungan. Mereka terdiri dari Kodim 0820 Probolinggo, Polres Probolinggo, Balai Besar TNBTS, BPBD, relawan, serta masyarakat sekitar.

Personel menyisir lereng-lereng perbukitan untuk memastikan titik api tidak kembali meluas.

Sebelumnya, kebakaran di wilayah Kabupaten Probolinggo sempat berhasil dikendalikan pada Kamis malam. Namun, titik api kembali muncul di kawasan Pusung Jantur dan meluas pada Jumat pagi.

Dengan kondisi tersebut, operasi pemadaman kini dilakukan secara simultan melalui jalur darat dan udara untuk mengendalikan karhutla yang telah meluas hingga 176,3 hektare.