Kamis, 06 August 2026 06:00 UTC

Panitia Muktamar 35 NU bidang kesehatan usai rapat di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Kamis, 6 Agustus 2026. Foto: Media Center Muktamar 35 NU.
JATIMNET.COM, Tuban — Panitia Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menyiapkan tiga posko kesehatan utama selama kegiatan nasional itu berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Kabupaten Jombang pada 27-31 Agustus 2026.
Fasilitas medis itu bakal memberikan pelayanan nonstop 24 jam bagi ribu muktarimin maupun tamu penggembira.
Untuk mengaksesnya, para muktarimin dapat mendatangi posko kesehatan yang disediakan di tiga lokasi, yaitu, Universitas Wahab Hasbullah (Unwaha), MAN 3 Jombang, serta MTsN Bahrul Ulum Tambakberas.
Adapun pelayanan medis di sana, pihak panitia menyiagakan dokter, perawat, armada ambulans hingga ruang perawatan intensif penanganan darurat.
Untuk mengoptimalkan pelayanan, panitia juga menggandeng Persatuan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) serta Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (Arsinu).
Kolaborasi tersebut juga diperkuat oleh dukungan penuh dari Lembaga Kesehatan PCNU Jombang dan PWNU Jawa Timur.
"Kami juga menjalin kerja sama dengan Lembaga Kesehatan PCNU Jombang dan PWNU Jawa Timur. Posko kesehatan ini untuk memberikan pelayanan terbaik bagi peserta muktamar dan para penggembira atau tamu umum," ujar Koordinator Bidang Kesehatan Panitia Muktamar ke-35 NU, DR. dr. HM Zulfikar As'ad, MMR, Kamis 6 Agustus 2026
Alumnus FK-UGM yang akrab disapa Gus Ufik itu mengungkapkan, koordinasi intensif bersama panitia lokal telah berjalan sebanyak tiga kali demi memastikan kesiapan di lapangan.
Selain dukungan internal organisasi, sinergi juga dibangun bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang serta Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.
Dalam hal ini, pemerintah daerah menyiagakan dua rumah sakit daerah sebagai rujukan utama, yakni RSUD Jombang dan RSUD Ploso. Sementara itu, rumah sakit swasta turut diterjunkan mengisi shift jaga di setiap posko.
Gus Ufik menegaskan bahwa ruang perawatan di posko hanya diperuntukkan bagi penanganan awal, sementara kasus medis berat akan langsung dievakuasi ke rumah sakit rujukan.
"Dengan sistem ini kita akan membuka akses. Begitu ada peserta yang rekomendasi dirujuk, kita bawa ke RSUD Jombang atau RSUD Ploso. Yang jelas setiap posko ada dokter, perawat, serta ambulans," kata Anggota Majelis Pimpinan PPDU Rejoso ini.
Inovasi lain yang dihadirkan adalah penerapan sistem rekam medik digital berkat kolaborasi khusus dengan Dinas Kominfo Kabupaten Jombang.
Aplikasi digital tersebut mempermudah pencatatan histori riwayat medis, diagnosis pasien, hingga status penanganan peserta yang mengakses posko kesehatan.
Kesiapan matang pada sektor kesehatan ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh muktamirin dalam perhelatan Muktamar ke-35 NU.
