Rabu, 24 June 2026 10:02 UTC

Petugas Tim SAR Surabaya dan kepolisian dibantu TNI AL mengevakuasi jenazah Ruly Yunis Setiawati di Bandara Internasional Juanda, 24 Juni 2026. Foto: Humas SAR Surabaya
JATIMNET.COM, Surabaya – Aktivitas di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, mendadak pecah pada Rabu siang, 24 Juni 2026. Hal ini setelah ditemukan jasad seorang perempuan di dalam mobil yang terparkir di kawasan tersebut.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban yang ditemukan setelah beberapa hari berada di dalam kendaraan tersebut.
Korban diketahui bernama Ruly Yunis Setiawati (50), warga Kelurahan Mlajah, Kabupaten Bangkalan, Madura. Perempuan tersebut ditemukan tidak bernyawa di dalam mobil yang terparkir di pelataran parkir kendaraan Terminal 1 Bandara Juanda.
General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan pihak bandara segera berkoordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait begitu menerima laporan dari petugas di lapangan.
"Manajemen Bandara Internasional Juanda membenarkan adanya penemuan seorang wanita yang meninggal di Area Parkir Kendaraan Terminal 1 Bandara Juanda pada 24 Juni 2026 pukul 11.30 WIB," ujar Muhammad Tohir saat dikonfirmasi, Rabu, 24 Juni 2026.
BACA: Aksi Cepat Tim URC Polres Situbondo, Dua Pelaku Curanmor Ditangkap 15 Menit Setelah Beraksi
Setelah penemuan tersebut, petugas langsung mengevakuasi korban dan membawanya ke Rumah Sakit Pusdik Bhayangkara untuk penanganan lebih lanjut.
"Saat ini Tim Satgaspam dan pihak Kepolisian menangani kejadian tersebut dan melakukan investigasi selanjutnya. Manajemen Bandara Juanda mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan pihak berwajib," tegasnya.
Proses evakuasi melibatkan tim penyelamat dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya. Tim bergerak ke lokasi setelah menerima laporan mengenai seorang perempuan yang diduga meninggal dunia di dalam kendaraan yang terparkir di area bandara.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menjelaskan bahwa petugas membawa peralatan Vehicle Accident Rescue (VAR) untuk membuka akses ke dalam mobil yang dalam kondisi terkunci.
"Setibanya di lokasi, tim melakukan koordinasi dengan pihak Satgaspam Bandara, personel InJourney, dan Aviation Security (Avsec) Bandara Juanda. Sekitar pukul 13.14 WIB, bersama tim SAR gabungan lainnya, kami membuka akses mobil dari kaca pintu bagian penumpang belakang kiri menggunakan alat management glass," kata Nanang.
BACA: Sugiri Sancoko Akui Tak Pernah Laporkan Gratifikasi ke KPK Selama 2 Periode Jabat Bupati Ponorogo
Setelah berhasil membuka akses kendaraan, petugas menemukan korban berada di kursi penumpang depan dalam kondisi telah meninggal dunia.
"Jenazah perempuan yang ditemukan kemudian kami evakuasi dari bangku penumpang bagian depan," ujarnya.
Selanjutnya, petugas menyerahkan jenazah kepada kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polda Jawa Timur bersama Polsek Sedati langsung melakukan olah tempat kejadian perkara guna mengumpulkan sejumlah petunjuk.
Hingga saat ini, penyidik belum menyampaikan kesimpulan terkait penyebab kematian korban. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan forensik untuk memastikan apakah kematian tersebut dipicu faktor kesehatan, kecelakaan, atau kemungkinan penyebab lainnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, kendaraan yang ditumpangi korban tercatat memasuki area parkir Terminal 1 Bandara Juanda sejak Sabtu sore, 20 Juni 2026. Selama beberapa hari, mobil tersebut berada di lokasi tanpa menarik perhatian petugas maupun pengguna jasa bandara.
Kasus ini mulai terungkap setelah sejumlah pengemudi taksi online dan petugas parkir mencium aroma menyengat yang berasal dari salah satu kendaraan. Kecurigaan mereka semakin bertambah ketika terlihat cairan menetes dari dalam mobil.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada petugas keamanan bandara. Setelah dilakukan pemeriksaan bersama aparat terkait, petugas menemukan seorang perempuan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kendaraan tersebut.
Saat ini penyidik fokus menelusuri aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia. Rekaman kamera pengawas (CCTV) di kawasan bandara juga menjadi salah satu bahan penting untuk membantu mengungkap kronologi kejadian.
Sementara itu, jenazah korban telah dibawa ke RS Bhayangkara Porong guna menjalani pemeriksaan lanjutan. Hasil autopsi dan pemeriksaan forensik nantinya akan menjadi dasar bagi penyidik dalam menentukan penyebab pasti kematian korban.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena korban ditemukan setelah beberapa hari berada di dalam kendaraan yang terparkir di salah satu bandara tersibuk di Indonesia. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil penyelidikan resmi dan tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian sebelum hasil pemeriksaan forensik selesai.
