Wabah menjangkit sejak Agustus tahun lalu.

Wabah Ebola Memakan 1000 Korban di Kongo

Dyah Ayu Pitaloka

Sabtu, 4 Mei 2019 - 11:57

JATIMNET.COM, Surabaya – Kementerian kesehatan Republik Demokratik Kongo (DRC), menyebut jika wabah Ebola telah memakan korban lebih dari 1000 jiwa.

Wabah yang muncul sejak Agustus tahun lalu, menjadi musibah ke dua yang paling mematikan dalam sejarah.

Wakil Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr. Michael Ryan mengatakan, ketidakpercayaan dan kekerasan telah mempersulit upaya mengatasi wabah yang terus meluas ke wilayah Timur.

Terdapat sekitar 119 dokumen serangan terhadap pusat medis dan tenaga kesehatan sejak Januari, kata Dr Ryan, dikutip dari Bbc, pada Sabtu 4 Mei 2019.

BACA JUGA: Wabah Campak Serang AS, Sebagian Pasien Diminta Vaksin Ulang

Pekerja WHO mengantisipasi “transmisi intensif yang berkelanjutan”, katanya dalam brifing kepada reporter di Jenewa.

Pekerja kesehatan dibekali dengan vaksin yang cukup, lebih dari 100 ribu orang telah mendapatkan perawatan. Namun kekerasan yang terus berlanjut di bagian Timur Kongo, di mana terdapat kelompok pemberontak, serta ketidakpercayaan kepada dokter.

“Kami masih mengahadapi masalah kepercayaan dan penerimaan dari komunitas,” katanya.

Selain Ebola, DRC juga menderita wabah campak. Terdapat 50 ribu kasus dilaporkan, dan menewaskan lebih dari 1000 jiwa.

BACA JUGA: Peningkatan Permintaan Trombosit Didorong Wabah DBD

Pekerja WHO telah mengkonfirmasi jika wabah campak tersebar di 14 dari 26 provinsi yang ada di Kongo, baik daerah perkotaan maupun pedesaan.

Ebola masih mewabah di dua provinsi di Kongo, namun semakin sulit mengawasai penyebaran virus karena kekerasan.

WHO mengatakan, jika risiko penyebaran secara global sangat rendah, namun lebih memungkinkan jika wabah mennyebar ke negara tetangga.

Sebagian wabah Ebola bisa diatasi secara cepat dan berdamnpak pada sedikit orang.

BACA JUGA: Kematian Akibat Wabah Ebola di Kongo Renggut 332 Jiwa

Hanya sekali, wabah Ebola berkembang lebih dari delapan bulan sejak awal menjangkit, dan menjadi epidemi di Afrika Barat, antara tahun 2013-2016, dan menewaskan 11.310 orang.

Ebola adalah virus yang menyebabkan demam tinggi secara mendadak, kelelahan yang intensif, nyeri otot dan tenggorokan radang.

Virus akan berkembang dengan gejala muntah, diare, serta pendarahan internal maupun eksternal.

Manusia bisa terinveksi jika melakukan kontak dengan luka, mulut, hidung, darah, muntahan, tinja atau cairan tubuh milik penderita ebola.

BACA JUGA: Wabah Campak Serang Filipina

Pasien cenderung meninggal karena dehidrasi dan kegagalan di banyak bagian organ tubuh.

Baca Juga

loading...