Pemerintah mendeklarasikan wabah karena jumlah penderita terus meningkat

Wabah Campak Serang Filipina

Nani Mashita
Nani Mashita

Jumat, 8 Februari 2019 - 10:16

JATIMNET.COM, Surabaya –  Pemerintahan Fillipina dilaporkan telah mengumumkan sedang mengalami wabah campak di negaranya. Biro Epidemiologi Departemen Kesehatan Filipina mencatat hingga 26 Januari, terdapat 1.813 kasus campak dengan 26 kematian, atau naik 74% dibandingkan tahun 2018. World Health Organization (WHO) mengaitkan wabah campak dengan rendahnya jumlah anak yang telah menerima imunisasi campak di Filipina.

"Kami mendeklarasikan wabah karena kasus telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir dan untuk memperkuat pengawasan terhadap kasus baru dan mengingatkan ibu dan pengasuh untuk lebih waspada," Sekretaris Kesehatan Francisco Duque dalam sebuah pernyataan yang dilansir dari bbc.com Kamis Februari 2019

Gejala awal biasanya meliputi demam, batuk, pilek dan mata meradang. Ruam merah muncul di wajah dan tubuh beberapa hari kemudian.  Komplikasi campak yang disebut bronkopneumonia bisa sangat mematikan bagi anak-anak dan bayi. "Orang tua seharusnya tidak menunggu komplikasi terjadi karena mungkin sudah terlambat," sesal Duque.

Awalnya epidemi ini hanya dideklarasikan untuk Metro Manila dan Luzon. Tetapi pada hari Kamis Departemen Kesehatan memperluas area wabah dengan memasukkan bagian lain dari Filipina. Jumlah penderita campak dikhawatirkan terus bertambah mengingat penyakit ini mudah menular lewat udara dan menyebar melalui batuk dan bersin. Campak sering menyerang anak-anak dan bayi

Turunnya angka imunisasi

Kekhawatiran jumlah penderita terus meluas disebabkan sedikitnya jumlah anak yang tidak divaksinasi, mencapai 2,4 juta orang.  Orang tua enggan untuk mengimunisasi anak-anak mereka paska komplikasi vaksin dengue, Dengvaxia.

BACA JUGA: Kardashian Disebut Promosikan Produk Kesehatan yang Menyesatkan

Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Filipina  Dr Gundo Weiler mengatakan tingkat imunisasi di Filipina jauh di bawah target sebesar 95 persen . Tiap tahunnya, angka imunisasi di Filipina menunjukkan tren menurun. Di tahun 2016, jumlah anak yang diimunisasi sebanyak 75 persen, dan turun menjadi 60 persen di tahun 2017. Jumlah anak yang tidak divaksinasi diperkirakan jauh lebih banyak di tahun 2018.

"Kami memiliki kumpulan anak-anak yang tumbuh dari waktu ke waktu yang tidak dilindungi dan yang rentan terhadap campak," kata Dr Weiler. 

Seperti ditulis sebelumnya, WHO mengumumkan 10 tantangan kesehatan dunia 2019. Tahun ini, keengganan atau penolakan vaksinasi masuk dalam daftar dan berada di posisi puncak. Keengganan vaksinasi ini mengancam kemajuan yang sudah dicapai dalam mencegah penyebaran penyakit.  Salah satu yang menonjol adalah kenaikan kasus polio dan campak di sejumlah negara.  “Campak, misalnya, telah mengalami peningkatan 30 persen dalam kasus global,” kata WHO Minggu 3 Februari 2019 dilansir dari People.

Baca Juga

loading...