Senin, 02 March 2026 14:30 UTC

Jamaah umrah asal Malang Didik Lestariyono saat berada di tanah suci untuk menjalankan ibadah umrah, Senin, 2 Maret 2026. Foto: Dokumen Pribadi
JATIMNET.COM, Surabaya – Jemaah umrah asal Indonesia merasa waswas dengan melutusnya konflik di Timur Tengah.
Mereka memilih bertahan di Arab Saudi untuk sementara waktu karena beredarnya isu yang menyebutkan bahwa Bandara Riyadh menjadi menjadi target serangan.
“Banyak jamaah yang ragu bahkan takut untuk kembali ke tanah air karena informasi adanya perang dan informasi bahwa Bandara Riyadh akan dirudal oleh Iran,” ujar Didik Lestariyono, seorang jemaah umrah asal Malang, Senin, 2 Maret 2026.
Namun demikian, ia memastikan kondisi di Timur Tengah khususnya di Arab Saudi relatif aman dan terkendali.
BACA: Timur Tengah Memanas, Keberangkatan Umrah Ditunda Sementara
Didik menegaskan, situasi di sekitar Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi tetap kondusif sehingga tidak mengganggu aktivitas ibadah para jemaah umrah.
“Saat saya beribadah di Masjid Nabawi sempat terlihat rudal yang terlintas. Tidak mengganggu ibadah, karena jemaah di sini sangat yakin tujuan rudal itu tidak ke Masjid Nabawi tapi ke markas militer Amerika Serikat yang ada di Timur Tengah,” katanya.
Pria yang berprofesi sebagai pengacara ini menambahkan, para jemaah tetap menjalankan ibadah dengan tenang dan penuh keyakinan.
“Kami sangat meyakini bahwa Masjid Nabawi dijaga oleh Allah SWT dan para malaikat-Nya,” ucapnya.
BACA: Timur Tengah Bergolak, Bandara Juanda Sebut Penerbangan Umrah Masih Normal
Didik sendiri sejatinya dijadwalkan kembali ke Indonesia setelah berangkat menuju Bandara Jeddah pada 20 Februari 2026. Namun hingga kini, kepastian penerbangan pulang belum diperoleh.
“Balik ke Indonesia seharusnya hari ini, namun masih belum ada informasi terbaru jadi terbang atau tidaknya,” tuturnya.
Ia menyebut beberapa jemaah yang sudah berada di bandara masih menunggu kepastian jadwal penerbangan dari maskapai.
Sementara itu, jamaah yang belum berangkat ke bandara memilih melanjutkan ibadah di Madinah. “Yang sudah di bandara masih menunggu kepastian. Kalau yang belum ke bandara seperti saya ini menikmati ibadah lebih lama di Masjid Nabawi,” kata Didik.
