Logo

Tiba di Surabaya, Bhante “Walk for Peace” Rasakan Suasana Adem

Reporter:,Editor:

Jumat, 15 May 2026 06:00 UTC

Tiba di Surabaya, Bhante “Walk for Peace” Rasakan Suasana Adem

Rombongan Bhante lintas negara mendatangi Gedung Negara Grahadi, Surabaya di tengah perjalanan dari Bali menuju Candi Brorobudur, Magelang, Jawa Tengah Jumat, 15 Mei 2026. Foto: Januar.

JATIMNET.COM, Surabaya - Rombongan Bhante peserta perjalanan lintas negara bertajuk “Walk for Peace” merasakan suasana berbeda saat memasuki Kota Surabaya.

Setelah menempuh perjalanan darat panjang dari Bali menuju Jawa Tengah, para Bhante mengaku merasakan kesejukan khas Kota Pahlawan. Hal ini termasuk sambutan hangat dari masyarakat di sepanjang perjalanan mereka di Indonesia.

Ketua rombongan Bhante, Phra Phanarin Oaksonthip, mengatakan dirinya dan rombongan sempat merasakan cuaca panas selama perjalanan. Namun, suasana berubah ketika tiba di Surabaya.

“Selama perjalanan dari Bali kami merasa panas, tetapi saat masuk Kota Surabaya kami merasa adem,” ujar Bhante Phra Phanarin Oaksonthip, Jumat, 15 Mei 2026.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas sambutan masyarakat Indonesia yang dinilai sangat hangat dan penuh antusiasme terhadap perjalanan spiritual tersebut.

“Selama perjalanan di Indonesia kami mendapatkan sambutan sangat hangat dan sambutan yang cukup meriah,” lanjutnya.

Perjalanan “Walk for Peace” merupakan bagian dari seruan perdamaian dunia yang dibawa para Bhante dari berbagai negara di Asia Tenggara.

Sebanyak 58 Bhante dari Thailand, Laos, Malaysia, dan Indonesia melakukan perjalanan darat dari Bali menuju Candi Borobudur, Jawa Tengah yang diperkirakan menjadi titik puncak kegiatan pada 28 Mei 2025.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut perjalanan tersebut sebagai gerakan yang sangat menginspirasi dunia.

Menurutnya, pesan perdamaian yang dibawa para Bhante menjadi pengingat penting bagi seluruh umat manusia di tengah berbagai tantangan global.

“Pertama, terima kasih bahwa ini perjalanan yang menurut saya menginspirasi dunia, ‘Walk for Peace’. Dan itu menjadi tema dunia menurut mereka,” kata Khofifah.

Ia menilai pesan perdamaian harus terus digaungkan tanpa memandang perbedaan agama, suku, maupun latar belakang masyarakat.

“Menurut saya ini sesuatu yang harus terus diingatkan, diingatkan, diingatkan lagi kepada dunia bahwa perdamaian itu sesuatu yang dibutuhkan oleh kehidupan umat manusia. Mau suku apa pun, mau agama apa pun, di daerah mana pun, mereka butuh kehidupan yang damai,” ujarnya.

Khofifah juga menyoroti pesan kebahagiaan yang terus disampaikan para Bhante selama perjalanan. Menurutnya, nilai kebahagiaan dan perdamaian sejatinya menjadi harapan universal seluruh umat manusia.

“Bhante dari Thailand itu selalu menyampaikan bahagia, bahagia, bahagia. Dan itu juga kalau komunitas Muslim berdoa sepanjang-panjangnya pun, diakhirinya dengan permohonan kebahagiaan dunia dan kebahagiaan di akhirat,” tutur Khofifah.

Gubernur Jawa Timur berharap agar perjalanan damai tersebut dapat menghadirkan resonansi positif yang didengar masyarakat dunia dan menginspirasi lebih banyak komunitas untuk menyerukan perdamaian.

“Bagaimana kita bersama-sama menjadi warga dunia yang terus menyerukan perdamaian. Hari ini para Bhante dari Thailand, dari Laos, Malaysia, dan juga Indonesia tentunya yang melakukan perjalanan darat untuk bisa menyerukan perdamaian dunia,” katanya.

Seruan perdamaian, Khofifah melanjutkan, nantinya akan didengar dan diikuti jika terus digaungkan oleh banyak komunitas. “Dan kali ini 58 Bhante menyampaikan pesan itu, ‘Walk for Peace’,” imbuh Khofifah.