Rabu, 29 April 2026 06:30 UTC

Tangkapan layar video medsos Detik-detik pasca kecelakaan yang melibat satu unit bus pengangkut jemaah haji asal Kabupaten Probolinggo di Madinah, Selasa, 28 April 2026 waktu setempat. Foto: Tangkapan layar video medsos.
JATIMNET.COM, Probolinggo - Sebuah bus yang mengangkut rombongan jemaah haji asal Kabupaten Probolinggo dilaporkan mengalami kecelakaan di Madinah, Arab Saudi, pada Selasa, 28 April 2026 waktu setempat.
Insiden tersebut terjadi saat rombongan yang tergabung dalam kloter SUB 2 tengah melaksanakan kegiatan ziarah di kawasan Jabal Magnet. Lokasi ini dikenal dengan fenomena unik berupa jalan menanjak yang membuat kendaraan seolah-olah bergerak naik meski dalam posisi netral.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Probolinggo, Ervin Syarif Arifin menjelaskan, kecelakaan itu terjadi siang hari.
Bus yang mengalami kecelakaan itu mengangkut sekitar 40-45 jemaah haji. “Benar, rombongan SUB 2 mengalami kecelakaan di Jabal Magnet,” ujarnya, Rabu, 29 April 2026.
Akibat kejadian itu, lima jemaah mengalami luka ringan. Sementara, sopir bus menderita luka berat dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Tiga dari lima korban luka ringan itu mendapat perawatan oleh tim dokter Kementerian Haji dan Umrah Indonesia di hotel. Sedangkan dua lainnya dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi untuk pemeriksaan lanjutan.
Peristiwa tersebut sempat menimbulkan kepanikan di antara jemaah, terlebih setelah beredarnya video kejadian di media sosial.
Pihak Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Probolinggo memastikan terus memantau kondisi para jemaah melalui komunikasi intensif dengan tim pendamping di Madinah.
“Kami terus berkoordinasi untuk mengetahui perkembangan kondisi jemaah yang terdampak kecelakaan,” kata Ervin.
Pemerintah juga mengimbau keluarga jemaah di tanah air agar tetap tenang. Sebab, sebagian besar korban hanya mengalami luka ringan dan kondisinya terkendali.
“Kami berharap keluarga tidak resah. Secara umum kondisi jemaah aman dan terpantau,” pungkasnya.
