Logo

Dilepas dari Lebanon, Jenazah Praka Rico Dibawa ke Indonesia

Sudah Empat TNI Pasukan UNIFIL Gugur di Lebanon
Reporter:

Senin, 27 April 2026 07:20 UTC

Dilepas dari Lebanon, Jenazah Praka Rico Dibawa ke Indonesia

Penghormatan terakhir yang dilakukan pasukan UNIFIL pada jenazah Praka Rico Pramudia di Bandara Beirut, Lebanon, Ahad, 26 April 2026. Sumber: Youtube UNIFIL

JATIMNET.COM - Prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) kembali gugur, Jumat, 24 April 2026, setelah sempat dirawat di rumah sakit.

Prajurit tersebut adalah Praka Rico Pramudia, 31 tahun. Sehingga sudah empat prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jenazah Praka Rico sedang dibawa ke Indonesia setelah menjalani prosesi penghormatan terakhir di Lebanon, Senin,

Praka Rico mengalami luka berat akibat ledakan artileri dari tank Israel di dekat kota Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026.

Jenazah Praka Rico menjalani upacara penghormatan terakhir yang dilakukan UNIFIL di Beirut, Lebanon, Ahad, 26 April 2026.

Jenazah Praka Rico dijadwalkan akan tiba di Indonesia, Selasa, 28 April 2026. Sebelum dimakamkan di Medan, Sumatra Utara, jenazahnya direncanakan menjalani prosesi penghormatan di Jakarta.

Dikutip dari akun Youtube UNIFIL, upacara tersebut dipimpin Kepala Misi dan Komandan Pasukan (Head of Mission and Force Commander) Mayor Jenderal Diodato Abagnara.

BACA: Tiga Prajurit TNI Tewas di Lebanon, Netizen Desak Indonesia Keluar BoP

Abagnara mengatakan UNIFIL menghormati kehidupan dan pengabdian Praka Rico Pramudia. Diodato memuji oengabdian Praka Rico.

“Anda datang ke sini, jauh dari rumah, untuk mengabdi di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk membawa perdamaian ke negeri ini, dan di sini, di Lebanon selatan, Anda memberikan segalanya,” kata Abagnara.

“Anda memberikan semua yang Anda miliki untuk perdamaian di negeri ini. Dan untuk ini, Anda mendapatkan semua rasa hormat kami,” katanya.

“Sebagai prajurit, sebagai penjaga perdamaian, kami meneruskan misi Anda. Kami akan tetap teguh. Kami akan tetap Bersatu. Kami akan tetap waspada,” katanya.

Praka Rico yang naik pangkat menjadi Kopral Dua (Kopda) Anumerta itu meninggalkan seorang istri dan seorang putra yang kecil.

Upacara di Bandara Beirut itu juga dihadiri Duta Besar Indonesia untuk Lebanon, Dicky Komar; perwakilan Kementerian Pertahanan Nasional Lebanon dan Angkatan Darat Lebanon, Brigadir Jenderal Maroun Azzi; dan Kolonel Allan Surya Lesmana dari kontingen Indonesia UNIFIL.

Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan resolusi Dewan Keamanan 1701 dan dapat dianggap sebagai kejahatan perang.

Serangan tersebut harus segera diselidiki, dan mereka yang bertanggung jawab harus dituntut dan dimintai pertanggungjawaban.

BACA: TNI Gugur dalam Serangan Israel di Lebanon

Sementara itu, dkutip dari website kemlu.go.id, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan.

Pemerintah Indonesia kembali mengutuk keras serangan Israel yang menyebabkan gugurnya penjaga perdamaian (peacekeeper) asal Indonesia.

Serangan terhadap personel pemelihara perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Indonesia terus mendesak PBB untuk melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap fakta serta memastikan pertanggungjawaban atas insiden ini.

Keselamatan dan keamanan peacekeepers PBB tidak dapat ditawar.

Oleh karenanya, pemerintah Indonesia juga terus berkoordinasi dengan PBB dan negara-negara kontributor pasukan untuk memperkuat perlindungan bagi seluruh personel di lapangan, termasuk melalui evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan dan keamanan serta penguatan langkah mitigasi risiko di wilayah operasi UNIFIL.