Selasa, 26 May 2026 03:00 UTC

Saat Presiden Prabowo bertemu Presiden Macron di Istana Elysee, Paris, Selasa , 14 April 2026. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden.
JATIMNET.COM – Presiden Prabowo Subianto kembali bertolak ke Prancis pada Senin malam, 25 Mei 2026. Kepergian itu merupakan lawatan keempatnya ke negara tersebut sejak dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia.
Hingga kini, pemerintah belum mengumumkan secara resmi agenda pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Namun, kunjungan tersebut memperpanjang intensitas diplomasi kedua negara yang dalam beberapa tahun terakhir semakin erat, terutama di bidang pertahanan dan industri strategis.
Informasi keberangkatan Presiden Prabowo disampaikan Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro dalam konferensi pers terkait bantuan hewan kurban presiden di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.
Lawatan terbaru ini menambah daftar kunjungan Prabowo ke Prancis setelah sebelumnya hadir sebagai tamu kehormatan dalam peringatan Hari Nasional Prancis atau Bastille Day pada 14 Juli 2025 di Paris.
Kemudian, kunjungan singkat pada 24 Januari 2026 dalam rangkaian perjalanan kerja ke Eropa, serta menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée pada 14 April 2026.
Rangkaian kunjungan tersebut menunjukkan posisi Prancis yang semakin penting dalam peta diplomasi luar negeri Indonesia. Selain menjadi salah satu negara utama di Eropa, Prancis juga merupakan mitra strategis Indonesia dalam modernisasi pertahanan nasional melalui berbagai kerja sama pengadaan alutsista, pengembangan industri militer, pendidikan pertahanan, hingga transfer teknologi.
Dalam pertemuan di Istana Élysée, Paris, pada 14 April 2026, Presiden Prabowo dan Presiden Macron membahas sejumlah agenda strategis yang mencakup kerja sama ekonomi, energi, pendidikan, komunikasi digital, dan investasi jangka panjang.
Namun, hubungan kedua negara selama beberapa tahun terakhir banyak mendapat perhatian karena meningkatnya kolaborasi di sektor pertahanan.
“Pertemuan empat mata antara Presiden Prabowo dan Presiden Emmanuel Macron berlangsung selama lebih dari dua jam di Istana Élysée, Paris,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan resmi di Paris, 14 April 2026.
Teddy menjelaskan pembahasan kedua pemimpin mencakup sejumlah sektor prioritas yang menjadi bagian dari kemitraan strategis Indonesia dan Prancis.
“Pertemuan tersebut membahas peningkatan kerja sama di berbagai sektor, antara lain energi, pendidikan, komunikasi digital, serta investasi ekonomi jangka panjang,” ujar Teddy dalam pernyataan yang sama.
Meski tidak secara rinci mengungkap agenda pertahanan, hubungan Indonesia dan Prancis saat ini ditandai oleh sejumlah proyek strategis yang sedang berjalan.
Kerja sama tersebut mencakup penguatan kemampuan militer nasional, pengembangan industri pertahanan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan.
Posisi Prancis sebagai salah satu kekuatan militer utama Eropa sekaligus anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa membuat kemitraan ini memiliki nilai strategis bagi Indonesia.
Bagi Jakarta, kerja sama tersebut bukan hanya terkait kebutuhan modernisasi alutsista. Tetapi, juga bagian dari upaya memperluas akses terhadap teknologi pertahanan dan memperkuat kemampuan industri nasional.
Kedekatan komunikasi kedua kepala negara juga dinilai menjadi faktor penting dalam percepatan implementasi berbagai kesepakatan bilateral yang telah disepakati sejak Prabowo masih menjabat Menteri Pertahanan.
“Hubungan kedua pemimpin telah terjalin erat sejak Presiden Prabowo masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan hingga saat ini,” ujar Teddy Indra Wijaya dalam keterangan resmi di Paris, 14 April 2026.
Di sisi lain, Prancis memandang Indonesia sebagai salah satu mitra utama di kawasan Indo-Pasifik. Posisi Indonesia sebagai negara terbesar di Asia Tenggara serta perannya dalam menjaga stabilitas kawasan membuat hubungan kedua negara memiliki dimensi strategis yang semakin luas, tidak hanya dalam bidang ekonomi tetapi juga keamanan dan pertahanan.
Hingga Selasa, 26 Mei 2026, pemerintah belum memberikan rincian mengenai agenda maupun hasil pertemuan yang akan dijalani Presiden Prabowo selama berada di Prancis.
Namun, frekuensi kunjungan yang terus meningkat menunjukkan bahwa sektor pertahanan masih menjadi salah satu fondasi utama dalam hubungan strategis Indonesia-Prancis yang terus berkembang.
