Logo

Terdampak Perang di Iran, Enam Warga Jatim Tiba di Kampung Halaman

Reporter:,Editor:

Senin, 20 April 2026 01:00 UTC

Terdampak Perang di Iran, Enam Warga Jatim Tiba di Kampung Halaman

Ilustrasi pemulangan pekerja migran Indonesia. Dok: Jatimnet.com

JATIMNET.COM, Surabaya – Enam warga Jawa Timur (Jatim) yang sebelumnya berada di Timur Tengah akhirnya berhasil kembali ke kampung halamannya.

Mereka adalah Abdullah asal Bondowoso, Aly Sa Jjad Al Hinduan asal Situbondo, serta Habibah Yahya dan Hasan beserta balitanya asal Kota Malang. Kemudian, Fatimah Al Afilah, warga Sidoarjo.

Hasan salah seorang anggota rombongan yang dipulangkan ke Indonesia mengatakan bahwa situasi di Iran memang tidak kondusif. Negara yang terlibat perang terus melancarkan serangan udara.

“KBRI tidak menyuruh cuma menyarankan. Kalau memang merasa tempat tinggal terancam bisa ikut evakuasi,” ujar mahasiswa asal Kota Malang yang tinggal di Kota Qom, Iran, Minggu, 19 April 2026.

BACA: Eskalasi Konflik di Timur Tengah Meningkat, BP3MI Jatim Intensifkan Pemantauan PMI

Di saat perang antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat berkecamuk, Hasan memilih pulang ke Indonesia. Keinginan itu akhirnya difasilitasi oleh pemerintah, termasuk Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jatim.

Disinggungg tentang rencana kembali ke Iran untuk meneruskan kuliah, Hasan menyatakan masih menunggu situasi kondusif terlebih dulu atau perang selesai.

Orang tua Fatimah menambahkan bahwa sejak beberapa waktu terakhir, ia kesulitan berkomunikasi dengan anaknya di Iran.

“Komunikasi saya dengan putri saya tidak lancar, karena memang internet di sana sangat dibatasi,” ujarnya.

Melalui akun instragram resminya, Dinsos Jatim menyatakan bahwa fasilitasi pemulangan bagi warga dari Timur Tengah dilakukan secara bertahap melalui sinergi berbagai pihak.

BACA: Konflik Timur Tengah Belum Banyak Berdampak pada Distribusi Logistik Global

Mulai dari fasilitasi kepulangan dari Iran oleh Kementerian Luar Negeri RI melalui KBRI. Kemudian, dilanjutkan perjalanan ke Surabaya oleh Badan Penghubung Jatim.

Hingga akhirnya, Dinsos Jatim bersama Dinsos kabupaten/kota mengantarkan mereka kembali ke rumah masing-masing.

“Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga dalam memastikan keselamatan warganya di luar negeri, terutama dalam situasi darurat seperti konflik,” tulis akun dinsosjatim.

Dinsos Jatim juga menyatakan kesiapan untuk terus memberikan fasilitasi apabila terdapat warga Jatim lainnya yang dipulangkan, dengan memastikan seluruh proses berjalan aman, tertib, dan humanis.