Senin, 02 March 2026 15:00 UTC

Suasana pelaksanaan Tawaf mengelilingi Kakbah di Masjidil Haram, Makkah. Foto: Kemenhaj dan Umrah
JATIMNET.COM – Sebagian jemaah umrah asal Indonesia telah kembali ke Tanah Air meski kondisi wilayah di Timur Tengah semakin memanas. Proses pemulangan jemaah terus berlangsung secara bertahap di tengah konflik Iran vs Israel dan AS.
Kementerian Haji dan Umrah Ri mencatat, jumlah jemaah umrah yang telah kembali ke Tanah Air sebanyak 6.047 orang. Jumlah tersebut terhitung sejak 28 Februari hingga 1 Maret 2026.
“Pemerintah terus mengawal proses ini agar seluruh jemaah dapat pulang secara bertahap dan tertib,” ujar Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI Ichsan Marsha, Senin, 2 Maret 2026.
Ia lantas merinci, sebanyak 4.200 jemaah umrah kembali ke Tanah Air menggunakan 12 penerbangan pada Sabtu, 28 Februari 2026. Kemudian, pada Minggu, 1 Maret 2026 terdapat 2.407 jemaah yang tiba di Indonesia dengan menggunakan lima penerbangan.
Meski demikian, sebagian jemaah umrah belum bisa pulang ke Indonesia. Sebab, kondisinya dinilai belum kondusif sehingga jadwal penerbangannya ditunda untuk sementara waktu.
BACA: Timur Tengah Memanas, Jemaah Umrah Asal Indonesia Waswas
Jemaah masih harus bertahan di Arab Saudi karena beredarnya isu yang menyebutkan bahwa Bandara Riyadh menjadi menjadi target serangan.
“Banyak jamaah yang ragu bahkan takut untuk kembali ke tanah air karena informasi adanya perang dan informasi bahwa Bandara Riyadh akan dirudal oleh Iran,” ujar Didik Lestariyono, seorang jemaah umrah asal Malang, Senin, 2 Maret 2026.
Namun demikian, ia memastikan kondisi di Timur Tengah khususnya di Arab Saudi relatif aman dan terkendali.
Didik menegaskan, situasi di sekitar Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi tetap kondusif sehingga tidak mengganggu aktivitas ibadah para jemaah umrah.
“Saat saya beribadah di Masjid Nabawi sempat terlihat rudal yang terlintas. Tidak mengganggu ibadah, karena jemaah di sini sangat yakin tujuan rudal itu tidak ke Masjid Nabawi tapi ke markas militer Amerika Serikat yang ada di Timur Tengah,” katanya.
BACA: Timur Tengah Bergolak, Bandara Juanda Sebut Penerbangan Umrah Masih Normal
Pria yang berprofesi sebagai pengacara ini menambahkan, para jemaah tetap menjalankan ibadah dengan tenang dan penuh keyakinan.
“Kami sangat meyakini bahwa Masjid Nabawi dijaga oleh Allah SWT dan para malaikat-Nya,” ucapnya.
Didik sendiri sejatinya dijadwalkan kembali ke Indonesia setelah berangkat menuju Bandara Jeddah pada 20 Februari 2026. Namun hingga kini, kepastian penerbangan pulang belum diperoleh.
“Balik ke Indonesia seharusnya hari ini, namun masih belum ada informasi terbaru jadi terbang atau tidaknya,” tuturnya.
Ia menyebut beberapa jemaah yang sudah berada di bandara masih menunggu kepastian jadwal penerbangan dari maskapai.
Sementara itu, jemaah yang belum berangkat ke bandara memilih melanjutkan ibadah di Madinah. “Yang sudah di bandara masih menunggu kepastian. Kalau yang belum ke bandara seperti saya ini menikmati ibadah lebih lama di Masjid Nabawi,” kata Didik.
