Mereka adalah pasien yang menerima vaksin temuan awal di tahun 1968

Wabah Campak Serang AS, Sebagian Pasien Diminta Vaksin Ulang

Dyah Ayu Pitaloka

Selasa, 30 April 2019 - 13:16

JATIMNET.COM, Surabaya – Petugas kesehatan Amerika Serikat melaporkan lebih dari 700 orang terinfeksi campak tahun ini. Jumlah itu menjadi yang tertinggi, selama 25 tahun terakhir. Pada tahun 2000, AS menyatakan jika campak telah musnah di negara tersebut.

Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit mengatakan, jika kasus campak tercatat muncul di 22 negara bagian, serta sebagian besar menyerang anak-anak yang tidak divaksin, dan 10 persen menyerang dewasa.

22 negara, antara lain Arizona, California, Colorado, Connecticut, Florida, Georgia, Illinois, Indiana, Iowa, Kentuckly, Maryland, Massachusets, Michigan, Missouri, Nevada, New Hmpshire, New Jersey, New York, Oregon, Texas, Tennessee, dan Washington.

Peningkatan kasus tahun ini menjadi yang terbanyak sejak 1994.

BACA JUGA: Mengapa Obat Memiliki Tanggal Kedaluwarsa?

“Penderitaan yang kami lihat saat ini sungguh tak bisa dihindari,” kata Sekretaris Kesehatan dan Pelayanan Manusia, Alex Azar, pada Senin 29 April 2019, dilansir dari Bbc, Selasa 30 April 2019.

Komentar Azar ditujukan pada sejumlah orang tua yang memilih tidak memberikan vaksin pada anak mereka, lantaran alasan yang tidak ilmiah, seperti vaksin menyebabkan autisme.

“Kami tahu, vaksin aman karena mereka ada di antara produk kesehatan yang paling banyak kami pelajari,” katanya.

Penemuan terbaru menandai peningkatan 1,3 persen , berdasarkan laporan Rabu lalu, yang menemukan 695 kasus di Amerika Serikat tahun ini, dan menjadi jumlah terbanyak sejak penyakit itu dinyatakan hilang dari Amerika Serikat di tahun 2000.

BACA JUGA: PBB Ingatkan Perubahan Iklim Ancam Ketahanan Pangan Dunia

Sekitar 10 persen penderita adalah pasien dewasa yang telah menerima vaksin campak, gondong dan rubella.

Laporan menambahkan, jika 40 orang di tahun 2019, telah membawa campak masuk kembali ke AS, setelah bepergian ke sejumlah tempat seperti Ukraina, Israel, dan Filipina, sebagai negara dengan kasus campak lebih banyak muncul.

Temuan ini memunculkan kekhawatiran jika pasien dewasa mungkin membutuhkan vaksin tambahan yang lebih kuat.

Dewasa yang bepergian ke wilayah terdampak, atau dewasa yang menerima vaksin di sekitar tahun 1968, menggunakan vaksin temuan awal, harus mempertimbangkan untuk mendapatkan vaksin lain, kata petugas.

Belum ada laporan pasien meninggal akibat campak.

BACA JUGA: Pemkot Malang Sediakan Rp4,2 Miliar Untuk Kendalikan Penyakit

Penyakit ini telah dinyatakan musnah di AS pada tahun 2000, yang artinya penyakit itu tidak lagi ditemukan di beberapa tahun tersebut.

Namun, petugas kesehatan mengatakan jika penyakit masih ditemukan muncul secara sporadis terjadi pada penduduk yang baru saja datang dari negara, dimana campak muncul lebih umum.

Baca Juga

loading...