Kamis, 15 January 2026 03:00 UTC

Susu formula bayi S-26 Promil Gold pHPro 1. Dok. halodoc
JATIMNET.COM – Sejumlah batch susu formula bayi merek Nestle ditarik dari pasasan di beberapa negara. Penarikan atau recall yang berlangsung secara global ini karena bahan baku arachidonic acid (ARA) oil tertentu yang digunakan dalam produk tersebut dikhawatirkan tercemar toksin cereulide.
Menanggapi pemberitaan tersebut, PT Nestle Indonesia menegaskan bahwa produk susu formula bayi yang diproduksi di dalam negeri tidak terdampak dan aman dikonsumsi.
Bahkan, Nestle Indonesia mengklaim, produk impor yang diedarkannya tetap memenuhi seluruh persyaratan keamanan pangan dan mutu sesuai dengan standar nasional maupun internasional.
“Hal ini juga telah terkonfirmasi melalui pengujian yang komprehensif,” tulis Nestle dikutip Jatimnet.com dari akun Instagram resmi perusahaan, Kamis, 15 Januari 2026.
Diungkapkan, dari beberapa produk yang diimpor dari Swiss hanya terdapat dua batch yang dinilai berpotensi terdampak isu tercemarnya bahan ARA oil.
Kedua batch tersebut merupakan produk Wyeth S-26 Promil Gold pHPro 1 untuk bayi usia 0–6 bulan dengan nomor batch 51530017C2 dan 51540017A1.
Pengujian terhadap dua batch susu tersebut dinyatakan telah dijalankan dengan menggunakan metode paling akurat. “Dan hasilnya memastikan bahwa cereulide tidak terdeteksi,” lanjut Nestle.
Meski demikian, telah menghentikan distribusi serta melakukan penghentian sementara impor produk yang terdampak. Nestle Indonesia Perusahaan juga melakukan penarikan produk secara sukarela terhadap dua batch tersebut di bawah pengawasan BPOM.
“Sebagai langkah kehati-hatian dan sejalan dengan arahan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),” tulisnya lagi.
Nestle Indonesia mengimbau konsumen yang memiliki produk dari dua batch tersebut untuk menghubungi layanan konsumen di nomor 0800 182 1028 atau melalui email nestle.indonesia@id.nestle.com.
