Selasa, 24 February 2026 02:00 UTC

Petugas PT KAI melakukan pengecekan jalur kereta api jelang arus mudik Lebaran 2026. Foto: PT KAI
JATIMNET.COM, Banyuwangi – PT Kereta Api Indonesia atau KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember memperketat pengawasan jalur saat cuaca ekstrem berlangsung.
Langkah yang dijalankan dengan memodernisasi bangunan serta mengintensifkan penyisiran jalur kereta api di wilayah kerjanya.
Manager Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro menegaskan bahwa fokus utama tim saat ini adalah memitigasi potensi banjir dan ambalan yang dapat mengganggu stabilitas rel. Terlebih lagi menjelang mudik lebaran 2026 ini yang kurang hitungan hari.
"Kami telah memetakan empat daerah pantauan khusus di wilayah Daop 9. Fokus kami adalah normalisasi drainase secara intensif agar debit air yang tinggi tidak sampai menggerus tubuh ban jalan rel," ungkap Cahyo, Senin, 24 Februari 2026.
BACA: PT KAI Tambah 10 Perjalanan Kereta yang Melintasi Daop 7 Madiun Selama Lebaran
Sebagai langkah jangka panjang, KAI Daop 9 melakukan transformasi pada sejumlah "Bangunan Hikmat" (BH) atau jembatan dan gorong-gorong.
Struktur lama diganti dengan teknologi Box Culvert yang lebih tangguh menahan debit air besar dan minim risiko penyumbatan material.
Selain penguatan fisik, aspek pengawasan manusia dan armada juga ditingkatkan. PT KAI Daop 9 menyiagakan penjaga terowongan, penjaga daerah rawan, serta mengoptimalkan operasional Kendaraan Pemeriksa Jalur (KPJ).
"Berbeda dari jadwal rutin, KPJ kini memiliki mandat khusus samber jalur. Armada ini akan langsung diterjunkan untuk menyisir rel setiap kali hujan deras turun dengan durasi lama guna mendeteksi gangguan secara dini," tambahnya
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak ragu menggunakan transportasi kereta api meski di tengah cuaca buruk.
"Seluruh jajaran Daop 9 Jember bersiaga penuh 24 jam. Kami pastikan setiap perjalanan tetap aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan," pungkas Cahyo.
