Jumat, 02 January 2026 10:47 UTC

Tangkapan layar kamera CCTV saat pengeroyokan terjadi di malam Tahun Baru. Foto: Warga.
JATIMNET.COM, Mojokerto – Seorang pemuda menjadi korban pengeroyokan saat malam pergantian tahun di Jalan Mayjen Sungkono, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Kamis dini hari, 1 Januari 2026.
Peristiwa tersebut bermula ketika tiga pemuda yang baru pulang merayakan malam Tahun Baru tiba-tiba menjadi sasaran kekerasan oleh sekelompok pemuda lain di tengah jalan. Aksi brutal itu terekam kamera CCTV milik warga sekitar.
Dalam rekaman CCTV tersebut terlihat para korban hanya bisa pasrah menerima pukulan dan tendangan dari para pelaku. Bahkan, teriakan korban yang meminta ampun terdengar jelas di tengah serangan yang berlangsung tanpa henti.
Pengeroyokan itu dialami N, warga Desa Blimbingsari, Kecamatan Sooko, bersama dua rekannya berinisial A dan M. Saat kejadian, ketiganya tengah berboncengan menggunakan sepeda motor matik dari arah Rolak Songo menuju Kota Mojokerto.
BACA: Video Badut Doraemon Beri Kejutan Ibu di Mojokerto Viral, Kisah di Baliknya Penuh Haru
Ketika melintas di kawasan timur SMK Raden Patah, laju kendaraan mereka tiba-tiba dihentikan oleh sekelompok pemuda tak dikenal yang menghadang di badan jalan.
Saksi mata di lokasi, Tirta Khoirul, mengatakan kelompok pemuda yang berjumlah lebih dari lima orang itu sebagian besar mengenakan kaus hitam. Tanpa banyak bicara, mereka langsung melancarkan aksi kekerasan terhadap para korban.
"Tahunya itu setelah dengar ramai-ramai di depan rumah sini,” ungkap Tirta, Jumat sore, 2 Januari 2026.
Ketiga korban dipukul dan ditendang secara bertubi-tubi hingga terjatuh dari sepeda motor dan tidak mampu melawan. Kejadian tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar yang masih terjaga pada malam itu.
"Katanya mereka ini tidak saling kenal," tambah Tirta.
BACA: Keluarga Faradila Bantah Keras Isu Asmara Korban dengan Bripka Agus
Sejumlah warga yang mengetahui kejadian tersebut segera mendatangi lokasi untuk melerai. Menyadari kehadiran warga, kelompok pelaku yang datang dengan mengendarai dua sepeda motor langsung melarikan diri ke arah Rolak Songo usai melakukan penganiayaan.
”Yang baju hitam itu kondisinya lagi mabuk,” terang Tirta.
Setelah kejadian, ketiga korban meninggalkan lokasi dengan bantuan rekan-rekannya. N mengalami luka cukup serius di bagian wajah dan punggung sehingga harus mendapatkan perawatan medis di RSI Sakinah Mojokerto. Sementara dua korban lainnya juga mengalami luka, meski tidak separah yang dialami N.
Sementara itu, Kapolsek Magersari Kompol Amat menyatakan bahwa pihak kepolisian telah memantau kejadian tersebut. Namun hingga saat ini, pihaknya mengaku belum menerima laporan resmi dari para korban di tingkat polsek.
”Untuk laporan, sejauh ini belum ada yang masuk ke polsek. Bisa jadi lapornya langsung ke polres,” pungkasnya.
