Jumat, 02 January 2026 12:52 UTC

Ninik Istyawati saat menjadi badut dan menghibur anak-anak saat diundang menghibur di sebuah hiburan. Foto: Hasan
JATIMNET.COM, Mojokerto – Sebuah video berdurasi 1 menit 25 detik yang menampilkan momen haru antara seorang ibu dan anak di Mojokerto mendadak viral di media sosial. Sosok badut Doraemon dalam video tersebut ternyata adalah Ninik Istyawati (30), yang sengaja memberi kejutan sederhana untuk sang ibu.
Dalam video yang beredar luas itu, Ninik berpura-pura mengamen di rumah kontrakan ibunya, Rugiati (52), warga Desa Pugeran, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Dengan iringan lagu Selamat Ulang Tahun dari ponsel, ia berjoget ringan sambil membawa bungkusan nasi bebek dan pepes tahu—makanan favorit sang ibu.
Tanpa disadari Rugiati, seluruh momen tersebut direkam oleh keponakan Ninik dari belakang. Saat lagu hampir usai, Ninik mendekat dan menyerahkan makanan itu, lalu perlahan membuka kepala kostum Doraemon tepat di hadapan ibunya.
Kejutan sederhana tersebut seketika berubah menjadi pelukan hangat dan tangis haru. Rugiati tampak tak kuasa menahan air mata saat mengetahui badut yang berdiri di hadapannya adalah putrinya sendiri.
"Ibu tidak tahu kalau di dalam badut itu saya. Tahunya setelah aku kasih nasi, topeng saya buka, spontan ibu kaget, kemudian saya menangis," kata Ninik kepada wartawan di rumahnya, Jumat, 2 Januari 2025.
Ninik mengatakan, video tersebut awalnya tidak dibuat untuk mencari perhatian. Ia hanya berniat berpamitan dan meminta restu kepada sang ibu sebelum menambah penghasilan sebagai badut. Momen itu sekaligus ia jadikan sebagai kado sederhana bertepatan dengan Hari Ibu.
"Alhamdulillah ibu merestui karena dari segi ekonomi, saya sedang terhimpit, makanya mencari tambahan dengan menjadi badut," terangnya.
Tak disangka, video kejutan itu justru menyentuh hati warganet dan menuai berbagai komentar positif. Banyak yang memberikan doa serta dukungan atas ketulusan Ninik dalam membahagiakan ibunya di tengah keterbatasan hidup.
Bekerja tambahan sebagai badut, dijalani Ninik dengan sepenuh hati, demi membiayai ketiga buah hatinya. Sebagai seorang ibu tunggal, ia menginginkan pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya.
