JATIMNET.COM, Surabaya – Banjir yang melanda beberapa wilayah di Jawa Timur menyebabkan beberapa sekolah tergenang air yang terbilang tinggi. Kabupaten Ngawi misalnya, banyak sekolah yang masih terendam air dan terancam tidak bisa digunakan untuk kegiatan belajar.

“Hari ini banyak sekolah yang tergenang air, tapi karena hari ini libur nasional, maka tidak ada jadwal ujian. Jadi tidak ada kendala dalam pelaksanaan ujian,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Saiful Rachman saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kamis 7 Maret 2019.

Sampai saat ini SMA/SMK di beberapa wilayah Jatim yang diberitakan banjir masih menjalankan ujian dengan aman dan lancar. Karena hingga saat ini pihaknya belum mendapat laporan sekolah yang menunda kegiatan ujian.

BACA JUGA: Jatim Terapkan Penggunaan Smartphoneuntuk Ujian Siswa SMA

Ia berharap banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jatim segera surut, sehingga tidak ada penundaan kegiatan ujian nantinya. Namun jika banjir belum surut hingga besok (Jumat 8 Maret 2019), pihaknya akan menerapkan dua opsi, memindahkan kegiatan ujian atau menundanya.

“Saya berharap agar segera surut (banjirnya), kasihan anak-anak jika harus menunda ujian. Selain waktu, biaya yang dibutuhkan juga besar,” kata Saiful.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Ngawi Supardi menyampaikan hingga saat ini di wilayahnya ketinggian banjir masih relatif tinggi. Bahkan beberapa sekolah di daerah Wadungan maupun SMA Wonoasri masih tergenang banjir dan tidak bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar maupun ujian.

“Sampai saat ini tidak ada penundaan kegiatan ujian karena masih libur, namun jika besok masih tergenang banjir, kegiatan ujian kami tunda pada 15 Maret 2019,” katanya saat dikonfirmasi melalui ponselnya.

BACA JUGA: 450 Warga Ponorogo Mengungsi Akibat Banjir

Menurutnya opsi menunda USBN ini merupakan keputusan yang efektif. Karena jika memindah lokasi ujian membutuhkan waktu yang banyak dan rumit. Sebab pkihaknya harus memindahkan komputer sekolah pada tempat yang ditentukan.

“Logikanya, kami harus memindahkan satu per satu komputer ke lokasi, dan itu memakan waktu yang cukup lama. Apalagi beberapa sekolah tidak memiliki tempat yang memadai untuk ujian berbasis komputer,” kata Supardi.

Supardi menjelaskan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim sudah menetapkan jadwal ujian susulan jika terjadi suatu kendala seperti sakit, atau banjir seperti saat ini.

Adapun kegiatan ujian susulan ini akan dilakukan secara serentak pada 15—19 Maret mendatang atau sebelum Ujian Nasional (UN) berlangsung pada 25 Maret 2019.