450 Warga Ponorogo Mengungsi Akibat Banjir

Gayuh Satria Wicaksono
Gayuh Satria Wicaksono

Kamis, 7 Maret 2019 - 16:19

JATIMNET.COM, Ponorogo – Tingginya curah hujan yang melanda kawasan Ponorogo dan sekitarnya selama dua hari membuat beberapa daerah dilanda banjir dan tanah longsor.

Hujan deras yang melanda Ponoro selama dua hari, 6-7 Maret 2019 menyebabkan empat kecamatan terendam banjir. Empat kecamatan yang banjir adalah Kecamatan Ponorogo, Kauman, Balong, dan Sukorejo.

Banjir ini disebabkan hujan deras yang turun sejak Rabu 6 Maret pukul 15.00 WIB. Sedangkan hari ini sekitar pukul 04.00 turun gerimis, disusul hujan namun intensitasnya tidak sederas sehari sebelumnya.

Saat ini warga di empat desa yang terdampak banjir mendirikan pos pengungsian di masjid dan beberapa rumah warga yang tidak terdampak. Untuk wilayah kecamatan kota dan sekitarnya pusat pengungsian ada di Gedung Sasana Praja.

BACA JUGA: Jasa Marga Tutup Sementara Jalan Tol Ngawi-Kertosono

“Sampai saat ini pengungsi di Masjid Agung dan Gedung Sasana Praja ada sekitar 450 orang,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo Imam Basori, Kamis 7 Maret 2019.

Basori menerangkan para pengungsi paling banyak dari bantaran sungai sekayu yang berasal dari kelurahan dan Desa Kalimalang, Gandu Kepuh, Lengkong, Pinggirsari, Brotonegaran, dan Kauman. Selain itu, ada beberapa daerah yang terdampak tanah longsor seperti pada tebing di atas jalan Desa Cepoko, Kecamatan Ngrayun.

Sejak tadi malam hingga saat ini para petugas dari BPBD, TNI/Polri dan elemen masyarakat masih melakukan proses evakuasi warga yang terdampak banjir. Namun beberapa warga masih enggan dievakuasi karena merasa banjir akan segera surut.

“Beberapa daerah yang terdampak banjir karena jebolnya tanggul seperti di desa Ngadisanan dan Maguwan, Kecamatan Sambit, Tatung dan Sedarat di Kecamatan Balong,” imbuhnya.

BACA JUGA: Ratusan Kubik Kayu Jati di Bojonegoro Terendam Banjir

Basori mengimbau masyarakat mewaspadai cuaca ekstrim yang masih berpeluang terjadi. Selain itu, masyarakat diharapkan mengenali sekaligus mengantisipasi kemungkinan terburuk akibat cuaca ekstrim.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Rahayu Kusdari mengatakan posko pengungsian saat ini dipindah dan dipusatkan ke gedung Sasana Praja. Gedung milik pemerintah ini bisa menanpung pengungsi dan tidak akan mengganggu warga yang akan beribadah.

“Kami sudah mengantisipasi dengan obat-obat dan tenaga medis untuk mendukung kesehatan para pengungsi, semuanya terpenuhi dan tercukupi,” kata wanita yang akrab disapa Irin itu, Kamis 7 Maret 2019.

Bahkan bantuan dari berbagai elemen masyarakat terus berdatangan untuk keperluan pengungsi. “Kebutuhan paling mendasar unutk para pengungsi saat ini adalah bantal dan selimut serta minyak angin,” pungkasnya.

Baca Juga

loading...