Logo
Pelatihan Budidaya Sayuran

‎63 Kader PKK Kota Probolinggo Siap Jadi Garda Ketahanan Pangan Keluarga

Reporter:,Editor:

Jumat, 13 February 2026 13:10 UTC

‎63 Kader PKK Kota Probolinggo Siap Jadi Garda Ketahanan Pangan Keluarga

Pelatihan budidaya sayuran menjadi upaya Pemkot Probolinggo memperkuat ketahanan pangan berbasis keluarga. Foto: Zulafif

JATIMNET.COM, Probolinggo – Sebanyak 63 kader PKK di Kota Probolinggo mengikuti pelatihan budidaya tanaman sayuran sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga. Kegiatan ini mendorong kader menjadi penggerak pemanfaatan lahan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehat dan bergizi.

TP PKK Kota Probolinggo menggelar pelatihan tersebut di Aula TP PKK setempat pada Jumat, 13 Februari 2026. Para peserta berasal dari kader Pangan Pokja 3 tingkat kecamatan dan kelurahan se-Kota Probolinggo.

Melalui kegiatan ini, penyelenggara mendorong kemandirian keluarga dalam menyediakan pangan sekaligus mengoptimalkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan produktif.

BACA: Makna Bersih Rupang dan Tradisi Vegetarian di Klenteng Sumber Naga Probolinggo

Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Yudha Hartanto, menilai pelatihan tersebut penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ketahanan pangan berbasis keluarga. Ia menyebut kader PKK memiliki peran strategis sebagai motor penggerak di lingkungan masing-masing.

"Termasuk juga pemanfaatan lahan pekarangan, serta peningkatan ketersediaan dan akses pangan bergizi," katanya.

Ketua TP PKK Kota Probolinggo, dr. Evariani Aminuddin, menegaskan PKK merupakan mitra strategis pemerintah dalam berbagai program pembangunan, termasuk penguatan ketahanan pangan masyarakat.

‎Kader PKK berfoto bersama usai mengikuti pelatihan budidaya tanaman sayuran. Foto: Zulafif.

Menurutnya, kader pangan menjadi ujung tombak gerakan PKK dalam membangun sistem ketahanan pangan keluarga melalui praktik nyata di lingkungan sekitar.

“Kader pangan harus menjadi contoh di lingkungannya. Kita dorong setiap rumah memanfaatkan lahan yang ada untuk menanam sayur dan tanaman produktif," ujarnya.

"Selain mengurangi pengeluaran belanja dapur, langkah ini juga menciptakan lingkungan yang asri dan mendukung Probolinggo Bersolek,” jelas Eva.

BACA: Warga dan ASN di Kota Probolinggo Ikuti Pelatihan Urban Farming

Ia menambahkan, pemanfaatan pekarangan memiliki manfaat ekonomi sekaligus nilai edukasi bagi keluarga. Proses menanam hingga panen bersama dapat menumbuhkan kepedulian anak terhadap lingkungan serta mempererat keharmonisan keluarga.

Ke depan, TP PKK berharap gerakan pemanfaatan pekarangan dapat diterapkan secara luas hingga tingkat RT dan kelurahan. Bahkan, indikator pemanfaatan tanaman pangan direncanakan menjadi bagian dari penilaian kelurahan dan dasawisma guna mendorong semakin banyak keluarga mandiri pangan.

Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi dari tenaga penyuluh Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Amilia Juniarti memaparkan teknik budidaya sayuran, Dony Ike Idul Sofyan menjelaskan hama dan penyakit tanaman, sementara Sofyan Widodo menyampaikan penggunaan pestisida nabati Mistela. Para kader dibekali pengetahuan mulai dari teknik penanaman, perawatan, pemeliharaan hingga masa panen.