Unggah Ajakan People Power di Medsos, Warga Sidoarjo Dicokok

M. Khaesar Januar Utomo

Selasa, 21 Mei 2019 - 20:45

JATIMNET.COM, Surabaya - Tim Cyber Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap M Ridwan Ely (36), warga Perum Surya Asri, Buduran Sidoarjo karena mengunggah dalam akun media sosial ajakan mengikuti aksi people power, Rabu 22 Mei 2019 di Jakarta. Ridwan dijerat dengan dugaan tindak pidana ujaran kebencian.

Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Giadi Nugraha mengatakan tersangka diamankan polisi di rumahnya. "Ada laporan dari masyarakat kemudian kami telusuri dan kami tangkap pelakunya," jelasnya, Selasa 21 Mei 2019.

Ridwan juga diketahui pernah mengunggah informasi hoaks soal petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal karena keracunan. Namun, tidak disebutkan secara detail petugas KPPS mana yang dimaksud.

BACA JUGA: Polisi Madiun Gagalkan Keberangkatan Peserta Aksi People Power

“Kami pastikan itu bukan akun palsu. Melainkan Ridwan yang bertanggung jawab atas akun tersebut,” ucap Giandi.

Kanit Tipidter Iptu Handa Wicaksana mengatakan status M Ridwan Ely saat ini masih sebagai saksi dan belum ditetapkan menjadi tersangka. "Kami masih dalami namun kami pastikan unsur pasalnya sudah terpenuhi,” ungkapnya.

Polisi tidak menahan Ridwan karena statusnya masih sebagai saksi. "Masih dilakukan penyidikan," kata Handa.

Polisi menjerat Ridwan dengan pasal 15 UU No 1/1946 tentang peraturan hukum pidana juncto pasal 163 bis KUHP juncto pasal 45A ayat 2 juncto pasal 28 ayat 2 UU tentang Informasi dan transaksi elektronik (ITE). ”Ancaman hukumannya enam tahun," ucapnya.

BACA JUGA: PP Muhammadiyah Imbau tak Perlu Ikut People Power

Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 2013 ini menyatakan kasus tersebut bisa menjadi contoh agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan medsos. Sebab, ikut-ikutan memposting hal yang tidak benar bisa berhadapan dengan hukum.

Sementara Ridwan mengaku tidak ada niatan melakukan provokasi. Pernyataan yang diunggah di akun facebook miliknya merupakan pernyataan biasa.

Dia tidak menyangka bahwa pernyataannya itu mengandung ujaran kebencian dan berita bohong. ”Tak ada maksud apa-apa, postingan itu saya teruskan hanya untuk membangkitkan semangat saja,” ungkap pria asal Ternate itu.

Baca Juga

loading...