Polisi Madiun Gagalkan Keberangkatan Peserta Aksi People Power

Nd. Nugroho

Reporter

Nd. Nugroho

Selasa, 21 Mei 2019 - 19:19

JATIMNET.COM, Madiun – Petugas Polres Madiun menggagalkan keberangkatan puluhan orang yang diduga hendak mengikuti aksi 22 Mei di Jakarta.

Dua unit bus pariwisata yang ditumpangi rombongan ini dihentikan di rest area 627 jalan tol ruas Wilangan – Ngawi di wilayah Kecamatan Saradan, Selasa 21 Mei 2019 dini hari.

Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono mengatakan pihaknya curiga mendengar jawaban anggota rombongan saat ditanya tujuannya ke Jakarta. Kepada polisi, mereka bermaksud memenuhi undangan berbuka puasa pada Selasa sore dan sahur bersama, Rabu 22 Mei 2019.

“Karena besok berkaitan dengan agenda 22 Mei, maka sangat mungkin mereka bergabung (dalam aksi itu),” kata Ruruh, Selasa 21 Mei 2019 siang.

BACA JUGA: PP Muhammadiyah Imbau tak Perlu Ikut People Power

Polisi juga menemukan dua kardus berisi salinan formulir pemilu di dalam bus, seperti form C1, DA1, dan DAA1. Dari kecurigaan itu, polisi kemudian menggiring 87 anggota rombongan dan dua unit bus menuju Markas Polres Madiun untuk menjalani pemeriksaan.

Petugas kemudian memeriksa dan mendata Kartu Tanda Penduduk (KTP) mereka. Dari pemeriksaan itu, diketahui bahwa anggota rombongan ini berasal dari beberapa daerah seperti Surabaya, Sumenep, Kota Probolinggo, Samarinda, dan Tulungagung.

Selain itu, polisi juga mengamakan telepon seluler yang dibawa masing-masing anggota rombongan.

BACA JUGA: Berangkat Jihad Tidak Selamat

Ruruh mengatakan tidak ditemukan adanya komunikasi yang mengarah pada pengerahan massa untuk ikut aksi people power yang digelar bersamaan dengan pengumuman hasil rekapitulasi suara pemilu oleh KPU RI di Jakarta.

“Komunikasi biasa, seputar undangan berbuka puasa dan sahur bersama,” ujar perwira polisi dengan pangkat dua melati di pundak itu.

Pihak kepolisian akhirnya memulangkan rombongan itu ke Surabaya setelah melakukan negosiasi lebih dari lima jam. Ruruh mengatakan kedatangan mereka ke Jakarta diprediksi justru menimbulkan permasalahan antarsesama peserta aksi 22 Mei.

BACA JUGA: Polda Jatim Gagalkan 1.200 Orang Menuju Jakarta

“Kami ikut mengawal mereka hingga sampai titik kumpulnya di wilayah Kecamatan Sukolilo, Surabaya,” ucap Ruruh.

Pengawalan dilakukan dengan mengerahkan dua mobil polisi yang berjalan di depan dan di belakang bus pengangkut rombongan. Sejumlah petugas juga ada yang ditempatkan di dalam dua bus pariwisata itu.

Koordinator rombongan Muhammad Ibnu Mas’ud membenarkan bahwa maksud kepergiannya ke Jakarta untuk menghadiri undangan berbuka puasa dan sahur bersama. Namun, saat bus masuk ke rest area Saradan dihentikan oleh petugas. Akhirnya, keberangkatannya ke ibu kota gagal.

“Saya bingung, karena ada (anggota rombongan) yang ingin tetap lanjut dan ada yang ingin kembali (ke Surabaya),” ujar Mas’ud.

Baca Juga

loading...