Rabu, 11 March 2026 08:15 UTC

Pimpinan BNN Kota Mojokerto saat berdiskusi langsung dengan jajaran pimpinan Lapas Mojokerto. Foto: Lapas Mojokerto
JATIMNET.COM – Program pembinaan kemandirian bagi warga binaan (wabin) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan produktif. Mulai dari budidaya ikan lele, peternakan kambing, produksi tempe, hingga pembuatan kerajinan miniatur kapal.
Berbagai program tersebut ditinjau langsung oleh jajaran Badan Narkotika Nasional Kota Mojokerto (BNN Kota Mojokerto) saat melakukan kunjungan kerja ke Lapas Mojokerto, Rabu, 11 Maret 2026. Kunjungan ini bertujuan memperkuat sinergi pembinaan sekaligus melihat secara langsung kegiatan produktif yang dijalankan warga binaan.
Rombongan BNN Kota Mojokerto dipimpin langsung oleh kepala lembaga tersebut, Damar Bastiar Amarapit, dan disambut oleh jajaran Lapas Mojokerto. Kegiatan diawali dengan diskusi serta silaturahmi bersama pimpinan lapas untuk membahas berbagai program pembinaan warga binaan.
Kepala Lapas Mojokerto, Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian menjadi bagian penting dari proses pembinaan agar warga binaan memiliki bekal keterampilan setelah menjalani masa pidana.
BACA: Sambut Ramadan, Lapas Mojokerto Ikut Menjalankan Tradisi Bersih-bersih di Masjid
“Melalui berbagai program pembinaan dan kemandirian ini, kami berharap warga binaan memiliki keterampilan yang bermanfaat sehingga ketika kembali ke masyarakat mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih baik dan produktif,” ujar Rudi.
Usai diskusi, rombongan BNN Kota Mojokerto diajak meninjau sejumlah fasilitas pembinaan di dalam lapas. Peninjauan dimulai dari blok hunian warga binaan, baik blok tahanan maupun narapidana, untuk melihat secara langsung aktivitas pembinaan yang berlangsung di lingkungan lapas.
Rombongan kemudian mengunjungi area SAE Lapas Mojokerto yang menjadi pusat kegiatan pembinaan kemandirian sekaligus program ketahanan pangan. Di area ini warga binaan mengelola berbagai kegiatan produktif seperti budidaya ikan lele dan peternakan kambing.
Selain itu, warga binaan juga menjalankan kegiatan produksi tempe sebagai bagian dari pelatihan keterampilan usaha. Program tersebut diharapkan dapat menjadi bekal ekonomi ketika mereka kembali ke masyarakat.
BACA: Sabtu Berkah, Napi Lapas Mojokerto Gelar Salat Gaib untuk Almarhum Affan
Tidak hanya di sektor pangan, warga binaan juga mengembangkan keterampilan kerajinan tangan. Mereka memproduksi berbagai karya seperti patung hingga miniatur kapal yang dibuat secara manual dengan keterampilan tangan.
Kepala BNN Kota Mojokerto, Damar Bastiar Amarapit, mengapresiasi berbagai program pembinaan kemandirian yang dijalankan di Lapas Mojokerto. Ia menilai kegiatan tersebut dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan program rehabilitasi sosial yang dijalankan BNN.
“Kami sangat mengapresiasi berbagai program kemandirian yang ada di Lapas Mojokerto. Ini bisa menjadi contoh bagi kami untuk mengembangkan kegiatan serupa dalam proses rehabilitasi sosial. Bahkan kerajinan miniatur kapal yang dibuat warga binaan sangat menarik, dan rencananya akan kami jadikan pajangan di kantor BNN Kota Mojokerto,” ungkap Damar.
