Senin, 16 February 2026 08:00 UTC

Beberapa petugas dan warga binaan Lapas Kelas IIB Mojokerto sedang membersihkan dan mengecat masjid guna menyambut Ramadan 2026. Foto: Lapas.
JATIMNET.COM, Mojokerto – Tradisi bersih-bersih menyambut Ramadan banyak dijalankan oleh warga di masjid, musala, maupun tempat pemakaman umum (TPU).
Demikian halnya dengan waga binaan dan petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto. Mereka menggelar kegiatan bertajuk Pemasyarakatan Bersih-Bersih guna menyambut Ramadan 1447 Hijriah, Senin, 16 Februari 2026.
Kegiatan itu menyasar beberapa fasilitas umum di wilayah Mojokerto. Mulai dari tempat ibadah, TPU, dan ruang terbuka lainnya. Petugas lapas bersama warga binaan bergotong royong membersihkan area sekaligus memperbaiki bagian fasilitas yang perlu dibenahi.
Di Kabupaten Mojokerto, kegiatan dipusatkan di Masjid Khoirul Amaliyah yang berada di Dusun Belik, Desa Bendung. Masjid tersebut mendapatkan sentuhan renovasi berupa pengecatan ulang untuk memperindah tampilan bangunan, sehingga jamaah dapat beribadah dengan lebih nyaman selama Ramadan.
Tak hanya itu, petugas dan warga binaan juga melakukan pembersihan di area jogging track bantaran Sungai Brantas, Kota Mojokerto. Sampah-sampah dikumpulkan, lingkungan dirapikan, dan area publik tersebut ditata agar tetap bersih serta aman dimanfaatkan masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari program pembinaan yang menekankan pentingnya nilai kepedulian sosial dan tanggung jawab. Warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga diajak berkontribusi positif melalui kegiatan yang berdampak langsung bagi lingkungan sekitar.
Kalapas Mojokerto Rudi Kristiawan dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan Pemasyarakatan Bersih-Bersih merupakan bentuk nyata hadirnya pemasyarakatan di tengah masyarakat. Hal ini sekaligus upaya membangun sinergi dan kepercayaan publik.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan di dalam, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan warga binaan dalam kegiatan sosial menjadi bagian penting dari proses pembinaan kepribadian.
“Kami berharap kegiatan ini menumbuhkan rasa tanggung jawab, kepedulian, dan kesiapan warga binaan untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat,” lanjutnya.
Apresiasi juga datang dari pengurus Masjid Khoirul Amaliyah atas bantuan yang diberikan. “Kami sangat berterima kasih atas kepedulian dan dukungan dari jajaran pemasyarakatan. Masjid menjadi lebih bersih dan indah sehingga jamaah dapat beribadah dengan lebih nyaman menjelang Ramadan,” ungkapnya.
Melalui pelaksanaan kegiatan secara serentak di tingkat nasional ini, Lapas Mojokerto menegaskan komitmennya dalam mendorong pembinaan berbasis kemasyarakatan sekaligus mempererat hubungan harmonis dengan masyarakat.
Momentum ini diharapkan membawa dampak positif dan menjadi langkah awal menyambut Ramadhan dengan lingkungan yang lebih bersih, tertata, dan penuh kebersamaan.
