Logo

Atap Tiga Kelas di SDN Pamatan 2 Probolinggo Ambruk

Rangka berbahan baja ringan diduga tak kuat menahan genteng yang terus diguyur hujan
Reporter:,Editor:

Senin, 16 February 2026 05:00 UTC

Atap Tiga Kelas di SDN Pamatan 2 Probolinggo Ambruk

Kondisi ruang kelas di SDN Pamatan 2, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo setelah bagian atapnya ambruk, Senin, 16 Februari 2026. Foto: Zulafif.

JATIMNET.COM, Probolinggo - Atap tiga ruang kelas di SDN Pamatan 2, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, ambruk pada Sabtu dini hari, 14 Februari 2026.

‎‎Beberapa fasilitas di dalam kelas, seperti bangku, lemari, dan hasil prakarya siswa tertimpa material bangunan yang runtuh. Sebagian di antaranya rusak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jatimnet.com, ambruknya atap di ruang kelas 1, 2, dan 3 SDN Pamatan 2 ini karena dugaan rangka berbahan baja ringan tak kuat menahan genteng. Apalagi, terus menerus diguyur hujan selama beberapa waktu terakhir sehingga bebannya bertambah.

BACA: Atap Ruang Kelas SDN Sumberkare 1 Probolinggo Ambruk, Pembelajaran Dipindah 

Rangka atap di tiga kelas tersebut merupakan bagian program rehabilitasi yang berlangsung pada tahun 2024. Dengan demikian, usia pemasangannya belum genap dua tahun.

Titik Hindayani, salah seorang warga di sekitar SDN Pamatan 2 mengatakan bahwa hujan deras turun cukup lama sebelum atap tiga kelas sekolah tersebut ambruk.

‎‎“Hujannya memang deras dan lama. Mungkin rangkanya tidak kuat menahan beban genteng yang terus kena air,” katanya, Senin, 16 Februari 2026.

BACA: Rusak Lama, Atap Tiga Ruang Kelas SDN Gunungan Dawarblandong Mojokerto Ambruk 

‎Pascakejadian, sejumlah pekerja mulai membersihkan atap tiga ruang kelas yang ambruk. Beruntung, saat kejadian tidak ada aktivitas belajar mengajar sehingga tidak ada siswa yang menjadi korban.

Sementara itu, beberapa siswa mengaku baru mengetahui ambruknya bagian atap di kelas 1,2,3 saat hendak mengikuti kegiatan belajar di sekolah. “Saya tahu dari teman. Katanya, atap kelas ambruk. Ternyata, setelah tiba  ke sekolah sudah banyak bangku yang rusak.