Logo

Pertalite Kosong, Warga Gresik Terpaksa Beralih ke Pertamax yang Lebih Mahal

Reporter:,Editor:

Kamis, 11 June 2026 11:26 UTC

Pertalite Kosong, Warga Gresik Terpaksa Beralih ke Pertamax yang Lebih Mahal

Kondisi salah satu SPBU di Jalan Dr. Wahid Sudiro Husodo, Gresik terlihat sepi. Foto: Agus Salim

JATIMNET.COM, Gresik – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite mulai dirasakan masyarakat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Gresik. Kondisi tersebut membuat banyak pengendara terpaksa membeli Pertamax dengan harga yang jauh lebih tinggi untuk memenuhi kebutuhan mobilitas sehari-hari.

Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan Pertalite dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, mereka harus mengeluarkan biaya lebih besar karena tidak memiliki pilihan selain membeli BBM nonsubsidi.

Salah satu warga yang merasakan dampak kondisi tersebut adalah Imam, pengendara sepeda motor asal Gresik. Saat hendak mengisi bahan bakar sebelum berangkat bekerja, ia mendapati stok Pertalite di SPBU Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo telah habis.

"Ya kaget, soalnya langsung naik banget. Yang jelas orang memilih Pertalite karena lebih murah," ujarnya, Kamis, 11 Juni 2026.

BACA: Harga Pertamax Naik, Warga Tuban Beralih ke Pertalite 

Karena harus tetap beraktivitas, Imam akhirnya mengisi kendaraannya dengan Pertamax. Ia berharap pasokan Pertalite segera kembali normal sehingga masyarakat tidak terus dibebani biaya bahan bakar yang lebih tinggi.

Keluhan serupa juga disampaikan Adi Purnomo. Menurutnya, kenaikan harga Pertamax hingga Rp16.250 per liter cukup memberatkan, terutama bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan setiap hari untuk bekerja maupun menjalankan usaha.

"Kalau BBM naik, biasanya berpengaruh juga ke kebutuhan lainnya," katanya.

Kekosongan Pertalite di sejumlah SPBU terjadi setelah penyesuaian harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Selisih harga yang semakin besar antara kedua jenis BBM tersebut diduga mendorong sebagian konsumen beralih ke Pertalite sehingga kebutuhan terhadap BBM subsidi itu meningkat.

Meski demikian, pengelola SPBU menilai lonjakan permintaan bukan satu-satunya faktor yang menyebabkan stok Pertalite kosong. Keterlambatan distribusi pasokan juga turut memengaruhi ketersediaan BBM di lapangan.

BACA: Petisi MBG Tembus 31 Ribu Dukungan, BGN Bantah Isu Penghentian 

Penanggung Jawab SPBU Pertamina Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Dani Setiawan, menjelaskan bahwa pasokan Pertalite belum kembali masuk setelah stok yang tersedia habis tersalurkan kepada konsumen.

"Stok mulai habis setelah penyesuaian harga Pertamax berlaku. Saat ini kami masih menunggu pasokan berikutnya," ujarnya.

Pihak SPBU berharap distribusi Pertalite segera kembali normal agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Dengan pasokan yang lancar, aktivitas warga maupun sektor ekonomi yang bergantung pada kendaraan bermotor diharapkan tidak terganggu.