Sabtu, 27 June 2026 00:46 UTC

Aris Budiman (tengah, kanan) saat dikukuhkan sebagai Kepala OJK yang baru oleh Anggota Dewan Komisioner OJK, Dicky Kartikoyono. Foto: Faizin
JATIMNET.COM, Jember – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan penguatan pertumbuhan ekonomi di kawasan Sekarkijang melalui sinergi dengan pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan industri jasa keuangan. Di saat yang sama, OJK juga memperkuat perlindungan konsumen untuk menghadapi meningkatnya ancaman kejahatan keuangan digital.
Anggota Dewan Komisioner OJK, Dicky Kartikoyono, mengatakan kawasan Sekarkijang memiliki potensi ekonomi yang besar. Sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut tercatat berada di atas rata-rata nasional.
Menurut Dicky, kondisi itu harus dimanfaatkan oleh industri perbankan untuk memperluas penyaluran pembiayaan kepada sektor-sektor produktif yang berkembang di daerah.
"Bank harus melihat potensi yang ada. Kita bersama Bank Indonesia dan pemerintah daerah akan mencari peluang baru untuk didorong," ujarnya, dalam acara pengukuhan Kepala OJK Jember yang baru di Hotel Aston Jember pada Jumat, 26 Juni 2026.
BACA: Aris Budiman Resmi Pimpin OJK Jember, Komisioner Titipkan Amanah Perkuat Sinergi Daerah
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, OJK juga meningkatkan perlindungan masyarakat dari ancaman pinjaman online ilegal, judi daring, dan berbagai bentuk penipuan digital yang semakin marak.
"OJK tidak mungkin bekerja sendiri. Kami membutuhkan sinergi seluruh pemerintah daerah untuk meningkatkan literasi dan melindungi masyarakat," paparnya.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, OJK dalam waktu dekat akan meluncurkan aplikasi 157. Aplikasi itu memungkinkan masyarakat mengecek nomor telepon, tautan mencurigakan, hingga rekening yang diduga berkaitan dengan penipuan digital.
Di sisi lain, industri jasa keuangan di wilayah Sekarkijang masih menunjukkan kinerja yang positif. Hingga April 2026, penyaluran kredit perbankan telah mencapai Rp62,80 triliun, sementara jumlah investor pasar modal meningkat lebih dari 62 persen.
Paparan tersebut disampaikan Dicky dalam rangkaian pengukuhan Aris Budiman sebagai Kepala OJK Jember yang baru. Ia berharap kepemimpinan baru dapat memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah sekaligus menjaga tren positif sektor jasa keuangan di wilayah kerja OJK Jember.
Aris Budiman memimpin OJK Jember yang meliputi wilayah kerja se eks Karisidenan Besuki dan Lumajang (Sekarkijang) yang terdiri dari 8 kabupaten dan kota. Ia menggantikan pejabat sebelumnya, Muhammad Mufid.
Aris Budiman merupakan pejabat karir OJK yang lahir di Surabaya pada 21 April 1981. Ia memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman panjang di bidang ekonomi, perbankan, serta pengawasan sektor jasa keuangan. Pendidikan sarjananya ditempuh di Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga Surabaya sejak 1999, kemudian melanjutkan studi Magister Manajemen di Universitas Diponegoro Semarang dan lulus pada 2021.
Selain pendidikan formal, Aris juga mengikuti berbagai program pengembangan kompetensi di bidang pengawasan perbankan dan sektor keuangan. Di antaranya Banking Supervision School di Jakarta pada 2008, pelatihan di Asian Development Bank Institute, Hong Kong, pada 2011, serta program di Toronto Centre, Kanada, pada 2015 yang berfokus pada pengawasan lembaga keuangan dan manajemen risiko.
Sebagai Kepala OJK Jember, Aris Budiman bertekad akan menitikberatkan pada penguatan stabilitas sektor jasa keuangan di daerah, peningkatan tata kelola lembaga jasa keuangan, perlindungan konsumen, serta penguatan sinergi dengan pemerintah daerah, pelaku industri, dan para pemangku kepentingan.
“Saya berkeyakinan, industri jasa keuangan yang sehat dapat terwujud melalui integritas, tata kelola yang baik, pengelolaan risiko yang kuat, serta kolaborasi yang berkelanjutan,” tuturnya.
