Kamis, 30 July 2026 09:10 UTC

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala DPMPTSP Gresik Reza Pahlevi (kiri) memberikan piagam penghargaan. Foto: Agus Salim
JATIMNET.COM, Gresik – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa keberhasilan investasi tidak cukup diukur dari besarnya nilai modal yang masuk ke daerah. Menurutnya, investasi harus mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka The 1st Gresik Business Forum bertajuk Beyond Investment: Membangun Kemitraan Strategis untuk Masa Depan Gresik yang diselenggarakan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Gresik, Kamis, 30 Juli 2026.
Bupati yang akrab disapa Gus Yani itu mengatakan, investasi yang berkelanjutan harus dibangun di atas kemitraan yang saling menguntungkan. Selain mendukung pertumbuhan ekonomi, investasi juga perlu memperhatikan aspek lingkungan dan memberikan dampak sosial yang positif.
"Investasi mungkin dimulai dengan angka, tetapi kemitraan dibangun melalui kepercayaan. Keberhasilan investasi bukan hanya diukur dari besarnya modal yang datang, tetapi dari manfaat yang dirasakan masyarakat," ujarnya.
BACA: Di Balik Kayuhan Tua, Senyum Para Pejuang Jalanan Kembali Mengembang
Gus Yani mengungkapkan, realisasi investasi di Kabupaten Gresik hingga semester I 2026 telah mencapai sekitar Rp11,4 triliun. Nilai tersebut setara hampir sepertiga dari target investasi tahun ini yang dipatok sebesar Rp30 triliun.
Menurutnya, capaian tersebut didukung oleh posisi strategis Kabupaten Gresik yang memiliki kawasan industri, pelabuhan, serta infrastruktur yang terus berkembang sehingga menjadi daya tarik bagi investor.
Untuk menjaga iklim investasi tetap kompetitif, Pemerintah Kabupaten Gresik terus meningkatkan kepastian tata ruang sekaligus memperbaiki layanan perizinan. Di sisi lain, pemerintah juga mendorong kolaborasi antara industri dan pelaku UMKM, memperluas penyerapan tenaga kerja lokal termasuk penyandang disabilitas, serta memperkuat kerja sama dalam pengelolaan lingkungan dan sampah.
Dalam forum tersebut, Pemkab Gresik memperkenalkan lima sektor prioritas yang ditawarkan kepada calon investor. Peluang investasi itu meliputi industri pengolahan tembaga, industri alat dan mesin pertanian, hilirisasi timah, industri farmasi, serta unit pengolahan hasil perikanan yang memiliki nilai tambah.
BACA: Industrialisasi Gresik Makin Pesat, MUI Ingatkan Pentingnya Menjaga Identitas Kota Santri
Kepala DPMPTSP Kabupaten Gresik Reza Pahlevi mengatakan forum yang diikuti sekitar 100 peserta tersebut menjadi ajang mempererat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha sekaligus memperkenalkan potensi investasi yang dimiliki Kabupaten Gresik.
"Kami ingin forum ini menjadi wadah strategis untuk menarik investasi sekaligus memperkuat brand image Gresik sebagai daerah tujuan investasi yang menarik," katanya.
Pada kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Gresik juga memberikan penghargaan kepada sejumlah perusahaan yang dinilai berkontribusi dalam peningkatan investasi daerah, penyerapan tenaga kerja lokal, kepatuhan menyampaikan laporan kegiatan penanaman modal, serta penguatan kemitraan bersama UMKM.
Sejumlah perusahaan penerima penghargaan di antaranya PT Freeport Indonesia, PT Petrokimia Gresik, PT Berkah Kawasan Sejahtera, serta beberapa perusahaan lainnya.
Melalui penyelenggaraan forum bisnis ini, Pemkab Gresik berharap investasi yang masuk tidak hanya berorientasi pada pembangunan proyek, tetapi juga mampu melahirkan kemitraan jangka panjang yang mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas kesempatan kerja, memperkuat UMKM, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
