Logo

Harga Ayam Broiler di Kota Probolinggo Turun Rp10 Ribu per Kg

Pedagang Sebut Imbas Libur MBG
Reporter:,Editor:

Kamis, 02 July 2026 23:24 UTC

Harga Ayam Broiler di Kota Probolinggo Turun Rp10 Ribu per Kg

Aktivitas pedagang ayam di Pasar Baru Kota Probolinggo. Foto: Zulafif

JATIMNET.COM, Probolinggo – Harga daging ayam broiler di sejumlah pasar tradisional Kota Probolinggo turun tajam dalam sepekan terakhir. Penurunan mencapai sekitar Rp10 ribu per kilogram, dari sebelumnya berkisar Rp38 ribu hingga Rp40 ribu menjadi Rp28 ribu sampai Rp30 ribu per kilogram.

Pedagang menilai turunnya harga ayam tidak lepas dari berkurangnya permintaan setelah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara selama masa libur sekolah. Berkurangnya serapan dari program tersebut membuat pasokan ayam di pasar meningkat sehingga harga ikut terkoreksi.

Kondisi itu terlihat di Pasar Baru Kota Probolinggo. Harga ayam yang lebih murah justru mendorong meningkatnya jumlah pembeli. Sejumlah pedagang bahkan mengaku dagangannya habis terjual sebelum siang hari.

"Sejak MBG libur, permintaan memang berkurang sehingga harga ikut turun. Sekarang kami menjual ayam Rp28 ribu sampai Rp30 ribu per kilogram, padahal sebelumnya bisa mencapai Rp38 ribu," ujar Erni, pedagang daging ayam, Kamis, 2 Juli 2026.

BACA: Harga Telur Anjlok, Peternak Demo Minta Pemerintah Kawal Harga Acuan 

Pedagang lainnya, Mistia, mengatakan penurunan harga membawa dampak positif bagi penjualan eceran. Menurutnya, banyak warga memanfaatkan harga yang lebih murah untuk membeli ayam dalam jumlah lebih banyak.

"Kalau sekarang pembeli lebih ramai. Rata-rata saya bisa menjual sekitar 10 kilogram per hari. Sebelum pukul 10.00 WIB biasanya dagangan sudah habis," katanya.

Penurunan harga ayam tidak hanya menguntungkan konsumen rumah tangga, tetapi juga memberikan keuntungan bagi pelaku usaha kuliner. Harga bahan baku yang lebih rendah membantu mereka menekan biaya produksi sehingga margin keuntungan tetap terjaga.

Salah seorang pembeli, Rukmawati, mengaku sengaja membeli ayam lebih banyak karena harganya jauh lebih terjangkau dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.

BACA: Pemkab Probolinggo Bangun 131 SPKLU, Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik hingga Kawasan Bromo 

"Harganya lebih murah, jadi saya membeli tiga sampai lima kilogram sekaligus. Sangat membantu pengeluaran rumah tangga," ungkapnya.

Pedagang dan masyarakat berharap pemerintah dapat mengevaluasi pola pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar perubahan permintaan tidak memicu fluktuasi harga komoditas di pasaran. Mereka juga menginginkan harga kebutuhan pokok tetap stabil sehingga menguntungkan pedagang sekaligus tetap terjangkau bagi masyarakat.