Logo

Pemkab Probolinggo Bangun 131 SPKLU, Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik hingga Kawasan Bromo

Reporter:,Editor:

Selasa, 30 June 2026 10:54 UTC

Pemkab Probolinggo Bangun 131 SPKLU, Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik hingga Kawasan Bromo

Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris saat mengecek mobil listrik di depan Kantor Pemkab Probolinggo. Foto: Zulafif

JATIMNET.COM, Probolinggo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menyiapkan pembangunan 131 Sarana Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang akan tersebar di berbagai lokasi strategis, termasuk kawasan wisata Gunung Bromo. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat transisi menuju energi bersih sekaligus membangun ekosistem kendaraan listrik di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Sewa Barang Milik Daerah (BMD) antara Pemkab Probolinggo dan PT Rekadaya Indotama terkait pemanfaatan aset milik pemerintah daerah sebagai lokasi pembangunan SPKLU. Penandatanganan berlangsung di ruang kerja Bupati Probolinggo, Selasa, 30 Juni 2026.

Sebelum penandatanganan, Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris memimpin pemaparan bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto. Selanjutnya, perjanjian ditandatangani oleh Sekda Ugas Irwanto dan Direktur PT Rekadaya Indotama Yudha Bhakti Kritianto, disaksikan langsung oleh Bupati Haris.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan uji coba tiga unit kendaraan listrik VinFast berkapasitas lima dan tujuh penumpang. Bupati Haris bersama Sekda Ugas Irwanto turut menjajal langsung kendaraan listrik tersebut.

Bupati Mohammad Haris mengatakan pembangunan SPKLU menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan Kabupaten Probolinggo menghadapi pertumbuhan penggunaan kendaraan listrik yang terus meningkat.

"Kami ingin Kabupaten Probolinggo tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi menjadi daerah yang siap menghadapi transformasi energi. Kehadiran SPKLU nantinya akan memberikan kemudahan bagi masyarakat maupun wisatawan pengguna kendaraan listrik sekaligus menjadi wujud komitmen kami dalam mendukung pengurangan emisi dan pelestarian lingkungan," katanya.

Menurut Haris, pembangunan SPKLU tidak hanya difokuskan di pusat layanan publik maupun kawasan ekonomi. Infrastruktur tersebut juga akan dibangun di sejumlah destinasi wisata unggulan guna mendukung sektor pariwisata berkelanjutan.

Beberapa lokasi yang menjadi prioritas antara lain Jembatan Kaca Seruni Point dan Rest Area Sukapura yang merupakan akses utama menuju kawasan wisata Gunung Bromo.

"Kami ingin wisatawan yang datang ke Kabupaten Probolinggo merasa nyaman karena infrastruktur pendukung kendaraan listrik telah tersedia. Ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing daerah sekaligus mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Probolinggo, Kristiana Ruliani, menjelaskan kerja sama tersebut merupakan implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 7 Tahun 2024 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah melalui skema pemanfaatan aset daerah.

Menurut Kristiana, kerja sama tersebut tidak hanya mengoptimalkan pemanfaatan aset milik pemerintah daerah, tetapi juga berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Alhamdulillah hari ini kita berhasil mencatat progres yang baik. Kerja sama ini tidak hanya mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah, tetapi juga berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Nilai sewa yang diterima pemerintah daerah mencapai sekitar Rp431 juta untuk jangka waktu lima tahun," terangnya.

Ia menjelaskan, pembangunan SPKLU akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, sebanyak 21 titik akan dibangun di berbagai lokasi strategis, mulai dari Mal Pelayanan Publik (MPP), kantor pemerintahan, rumah sakit, pasar, kawasan wisata, hingga rest area.

Lokasi tersebut di antaranya Jembatan Kaca Seruni Point, Rest Area Sukapura, Pantai Bahak, RSUD Tongas, Kantor Kecamatan Dringu, Leces, Lumbang, Tongas, serta sejumlah pasar seperti Pasar Bantaran, Pasar Leces, Pasar Bayeman, dan Pasar Patalan.

"Ke depan pengembangan akan terus dilakukan hingga mencapai 131 titik yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Probolinggo," imbuhnya.

Direktur PT Rekadaya Indotama, Yudha Bhakti Kritianto, mengapresiasi langkah Pemkab Probolinggo yang menjadi pemerintah daerah pertama di Jawa Timur yang memulai pembangunan ekosistem kendaraan listrik melalui penyediaan jaringan SPKLU.

"Ini merupakan langkah yang sangat baik. Kabupaten Probolinggo menjadi pemerintah daerah pertama di Jawa Timur yang memulai pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Harapan kami, ekosistem ini akan terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia," ujarnya.

Yudha menambahkan, PT Rekadaya Indotama bersama VinFast menargetkan pembangunan sekitar 150 ribu titik pengisian daya kendaraan listrik di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui kolaborasi tersebut, Kabupaten Probolinggo diharapkan menjadi daerah percontohan dalam percepatan penggunaan kendaraan listrik sekaligus mendukung terwujudnya sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan.