Logo

Motor Listrik Nasional Segera Meluncur, Industri Bersiap

Rencana peluncuran motor listrik nasional dinilai menjadi momentum memperkuat ekosistem kendaraan listrik dan manufaktur dalam negeri.
Reporter:,Editor:

Jumat, 17 July 2026 10:30 UTC

Motor Listrik Nasional Segera Meluncur, Industri Bersiap

Motor listrik. Foto: Wahanahonda

JATIMNET.COM - Malang – Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia akan segera memiliki motor listrik nasional yang dijadwalkan diluncurkan dalam beberapa pekan mendatang.

 

Pernyataan tersebut menjadi sinyal baru pemerintah untuk mempercepat pengembangan industri kendaraan listrik nasional sekaligus memperkuat penggunaan produk manufaktur dalam negeri di tengah persaingan otomotif global.

 

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Panen Raya TNI Terintegrasi yang digelar serentak di 43 titik dari Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat, 17 Juli 2026. 

 

Selain mengungkapkan rencana peluncuran motor listrik nasional, Presiden juga menyampaikan harapannya agar kendaraan tersebut dapat dimanfaatkan secara luas, termasuk oleh kalangan petani sebagai sarana transportasi yang lebih hemat biaya operasional.

 

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan pemerintah tidak hanya menyiapkan motor listrik nasional, tetapi juga kendaraan roda empat yang dikembangkan oleh industri dalam negeri.

 

Menurutnya, penguatan kemampuan manufaktur nasional menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian industri strategis sekaligus meningkatkan nilai tambah produksi nasional.

 

“Sebentar lagi kita sudah punya motor nasional. Saya akan launching beberapa minggu ini, motor listrik nasional,” ujar Prabowo.

 

Ia menambahkan harapannya agar masyarakat, khususnya petani, dapat memanfaatkan kendaraan listrik sebagai alternatif transportasi yang lebih efisien.

 

Presiden juga menegaskan kendaraan yang akan diperkenalkan merupakan hasil karya anak bangsa. Menurutnya, pengembangan kendaraan nasional merupakan bagian dari strategi memperkuat industri domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor pada sektor tertentu.

 

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengungkapkan pengalaman ketika masih menjabat Menteri Pertahanan. Saat itu dirinya dihadapkan pada pilihan menggunakan kendaraan impor dengan harga lebih murah atau kendaraan buatan Indonesia yang memiliki harga lebih tinggi.

 

Ia mengaku memilih produk dalam negeri sebagai bentuk dukungan terhadap industri nasional meskipun membutuhkan biaya lebih besar.

 

Pernyataan tersebut memperlihatkan konsistensi arah kebijakan pemerintah dalam mendorong penggunaan produk lokal di lingkungan instansi negara.

 

Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Presiden juga telah menyampaikan target agar Indonesia memiliki industri otomotif nasional yang mampu menghasilkan kendaraan dengan kandungan lokal tinggi dan daya saing global.

 

Bagi Jawa Timur, rencana peluncuran motor listrik nasional memiliki arti strategis karena provinsi ini merupakan salah satu basis industri manufaktur, komponen otomotif, serta pusat aktivitas logistik di Indonesia.

 

Pengembangan kendaraan listrik berpotensi membuka peluang investasi baru, memperluas rantai pasok industri, hingga meningkatkan kebutuhan tenaga kerja pada sektor manufaktur, komponen, baterai, dan layanan pendukung.

 

Di sisi lain, percepatan kendaraan listrik juga membutuhkan kesiapan infrastruktur. Ketersediaan stasiun pengisian daya, kapasitas pasokan listrik, jaringan layanan purna jual, hingga kemampuan industri komponen lokal menjadi faktor penting agar transformasi menuju kendaraan listrik dapat berjalan secara berkelanjutan.

 

Pemerintah dalam beberapa tahun terakhir memang semakin menekankan pembangunan ekosistem kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional.

 

Selain mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak, pengembangan kendaraan listrik juga diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia melalui industri baterai dan pengolahan nikel.

 

Sejumlah kebijakan sebelumnya juga menunjukkan arah yang sama. Presiden Prabowo pernah menyampaikan visi agar penggunaan kendaraan listrik semakin luas sebagai bagian dari efisiensi energi nasional serta penguatan industri otomotif domestik.

 

Pemerintah bahkan telah beberapa kali menekankan pentingnya membangun kendaraan produksi nasional yang mampu bersaing di pasar internasional.

 

Meski demikian, pelaku industri masih menantikan rincian mengenai spesifikasi kendaraan, produsen yang terlibat, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN), kapasitas produksi, hingga strategi distribusi motor listrik nasional tersebut.

 

Informasi tersebut akan menjadi faktor penting dalam menilai seberapa besar dampaknya terhadap industri otomotif nasional maupun daya saing Indonesia di pasar kendaraan listrik regional.

 

Hingga saat ini pemerintah belum mengungkap identitas resmi produsen maupun spesifikasi teknis kendaraan yang dimaksud.

 

Namun, dengan pernyataan Presiden bahwa peluncuran akan dilakukan dalam beberapa minggu mendatang, perhatian pelaku industri diperkirakan akan tertuju pada kesiapan implementasi program tersebut beserta dampaknya terhadap investasi, pengembangan teknologi, dan pertumbuhan industri otomotif nasional dalam beberapa tahun ke depan.