Akibat dua kapal kandas di perairan Kepulauan Bangka Belitung

Terumbu Karang Rusak, Negara Terima Ganti Rugi Puluhan Miliar

David Priyasidharta

Rabu, 20 Maret 2019 - 09:39

JATIMNET.COM, Jakarta - Negara menerima ganti rugi senilai kurang lebih Rp 35 miliar atas kerusakan ekosistem terumbu karang di perairan Kepulauan Bangka Belitung akibat kapal kandas. Pembayaran kerugian ini dilakukan melalui mekanisme penyelesaian sengketa di luar pengadilan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan Agus Suherman mengatakan, kesepakatan penyelesaian sengketa lingkungan hidup tersebut dicapai antara Pemerintah Indonesia (KKP dan KLHK) dan perwakilan pemilik kapal MV. Lyric Poet dan MT. Alex.

BACA JUGA: Upaya Nelayan Banyuwangi Menanam Terumbu Karang

Proses penanganan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat yang disampaikan kepada Ditjen PSDKP pada awal April 2017 atas kandasnya dua kapal ini di perairan Bangka Belitung.

"Untuk itu, KKP menindaklanjuti kejadian kandasnya kedua kapal. Kami berkoordinasi dan bekerja sama dengan KLHK dan instansi terkait lainnya," ungkap Agus Suherman dalam laman KKP, Senin 18 Maret 2019.

Selanjutnya Ditjen mengambil langkah-langkah menggelar rapat koordinasi dengan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum LHK-KLHK dan perwakilan perusahaan yang ditindaklanjuti dengan survei bersama untuk mengetahui luasan dan dampak kerusakan terumbu karang serta perhitungan kerugian.

Lyric Poet merupakan kapal pengangkut barang dengan panjang 229 meter dan lebar 32,25 meter berbendera Bahama. Kapal tersebut kandas di perairan Bangka Belitung Laut Natuna (± 80 mil laut dari Kota Pangkal Pinang) pada 24 Maret 2017.

Sementara, MT. Alex (crude oil tanker) dengan panjang 333 meter dan lebar 60,04 meter berbendera Belgia kandas di perairan Manggar Belitung Timur (± 65 mil laut dari kota Manggar ke Selat Karimata) pada tanggal 12 April 2017.

BACA JUGA: Ecoton Gugat Gubernur Jatim hingga Menteri Lingkungan Hidup

Atas kejadian kandasnya kedua kapal tersebut Pemerintah Indonesia, melalui KKP dan KLHK serta beberapa Kementerian/Lembaga lainnya melakukan upaya investigasi dan negosiasi dengan pemilik untuk penyelesaian kerugian atas kerusakan ekosistem terumbu karang di kedua lokasi kapal kandas.

Tuntutan pembayaran kerugian kepada pemilik kapal meliputi kerugian berdasarkan perhitungan nilai ekologi, nilai ekonomi atau kerugian masyarakat, serta restorasi atau pemulihan lingkungan atas kerusakan ekosistem terumbu karang yang diakibatkan oleh kandasnya kedua kapal tersebut.

Ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan.

Selanjutnya Tim KKP dan KLHK melaksanakan joint survey bersama perwakilan dari kedua kapal dan temukan kerusakan terumbu karang di lokasi kejadian seluas 8.416 m² akibat kandasnya MV. Lyric Poet  dan 10.177 m² akibat dari kandasnya kapal MT. Alex.

BACA JUGA: Indonesia Fokus Tangani Isu Perdagangan Ikan Karang

Setelah lebih lima kali pertemuan negosiasi antara Pemerintah (KKP dan KLHK) dengan kedua pihak perusahaan serta dalam waktu yang cukup panjang, akhirnya pada 14 Februari 2019 disepakati besaran nilai kerugian atas kerusakan ekosistem terumbu karang, masing-masing sebesar USD 1.346.689,41 setara Rp 19.122.983.800 untuk kapal MT. Alex, dan sebesar USD 1.180.984,08 setara Rp 16.769.972.800 untuk kapal MV. Lyric Poet.

Penandatangan Berita Acara Kesepakatan dilaksanakan pada 12 Maret 2019. Atas kesepakatan tersebut, kedua perusahaan akan melakukan pembayaran melalui rekening KLHK yang selanjutnya akan disetor ke kas negara.

 

Baca Juga

loading...