Ecoton Gugat Gubernur Jatim hingga Menteri Lingkungan Hidup

M. Khaesar Januar Utomo

Jumat, 4 Januari 2019 - 21:45

JATIMNET.COM, Surabaya – Yayasan Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) menggugat Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutan (KLHK), Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (Men-PUPR), dan Gubernur Jawa Timur (Jatim), Soekarwo terkait sejumlah kasus kematian ikan dan pencemaran di Sungai Brantas.

Pengurus Ecoton Rulli Mustika Adya menjelaskan, gugatan ini dilakukan setelah sebelumnya Ecoton terlebih dulu mengajukan pengaduan tertulis namun tidak digubris. Ecoton menggugat ketiganya dengan Undang-Undang (UU) nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan lingkungan hidup.

"Karena tidak digubris itu kami ajukan gugatan ini ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya," kata Rulli, Jumat 4 Januari 2019.

BACA JUGA: Bahaya Di Dalam Perut Ikan

Menurut Rulli, ketiga tergugat selama ini dianggap tak mengindahkan kerusakan lingkungan di sungai. Akibatnya, populasi ikan menurun lantaran banyak ikan yang mati yang diduga karena air sungai tercemar limbah.

Dengan gugatan ini, Ecoton berharap ketiga tergugat mengawasi lebih ketat terkait pencemaran Sungai Brantas. Dengan membentuk patroli kali yang melibatkan seluruh pihak, termasuk masyarakat sekitar. "Ini semua demi kelestarian lingkungan sungai yang saat ini sudah tercemar," ucap Rulli.

Ecoton juga menuntut tergugat untuk mengawasi sungai dengan memasang CCTV di beberapa titik. Selain itu, tergugat wajib menyusun Standard Operasional Prosedur (SOP) dalam menangani ikan mati di sungai. "Catatan dari kami selama tahun 2018 saja, ada enam kasus kematian ikan di Sungai Brantas," tutup Rulli.

Baca Juga

loading...