Tersangka diidentifikasi sebagai laki-laki berusia 40 tahun.

Tersangka Penembakan Trem di Belanda Bertambah

Dyah Ayu Pitaloka

Rabu, 20 Maret 2019 - 10:59

JATIMNET.COM, Surabaya – Kepolisian Belanda menangkap satu tersangka baru dalam penembakan trem di persimpangan 24 Oktoberplein, Utrecht, Belanda, Senin 18 Maret 2019.

Tersangka itu diidentifikasi sebagai laki-laki berusia 40 tahun, dilansir dari Fox News, Rabu 20 Maret 2019.

Sebelumnya polisi juga sempat menangkap tiga tersangka lain masing-masing berusia 23, 27 dan Gokmen Tanis yang berusia 37 tahun.

Dua tersangka telah dibebaskan namun Tanis tetap ditangkap hingga saat ini. Tanis ditangkap dalam razia yang dilakukan pada hari yang sama dengan penembakan.

BACA JUGA: Penembakan dalam Trem di Belanda, Polisi Tangkap Tersangka

Tanis dituduh melakukan penembakan dalam trem yang melaju di sekitar persimpangan 24 Oktoberplein, sekitar 22 mil atau 35 kilometer Tenggara Amsterdam.

Berdasarkan data kepolisian setempat, tersangka memiliki sejumlah catatan kriminal.

Ia dituduh melakukan pemerkosaan tahun 2017 dan menjalani masa tahanan sejak Agustus hingga September 2017 selama kasus dalam penyelidikan.

Tanis ditahan kembali pada 4 Januari 2019 karena menolak bekerja sama dengan pihak berwenang dalam menyelesaikan kasusnya.

BACA JUGA: Korban Penembakan di Masjid Selandia Baru Mulai Teridentifikasi

Ia dibebaskan pada 1 Maret setelah berjanji untuk bekerja sama.

Tanis juga terbukti mengutil dan merampok rumah kosong di tahun 2018. Dia dihukum penjara selama empat bulan untuk perampokan dan seminggu untuk mengutil barang jualan.

Namun hukuman itu belum dijalani karena Tanis mengajukan banding.

Sebelumnya, penembakan trem di Utrecht berlangsung pada Senin pagi dan menyebabkan kota mengalami kelumpuhan.

BACA JUGA: Ini Motif Pelaku Penembakan di Selandia Baru

Pasukan anti teroris yang melakukan razia dan penggerebekan dalam mencari pelaku penembakan, menetapkan status ancaman hingga level maksimal.

Universitas Utrecht dan sejumlah transportasi publik sempat ditutup, sedangkan masjid dan bandara dijaga ketat.

Level keamanan diturunkan serta kondisi kembali normal setelah polisi menangkap Tanis pada Senin petang di sebuah gedung yang berjarak sekitar 3 kilometer dari lokasi penembakan.

Peristiwa itu menewaskan tiga orang dan beberapa yang lain terluka.

Baca Juga

loading...