Tiga korban meninggal dan lima terluka

Penembakan dalam Trem di Belanda, Polisi Tangkap Tersangka

Dyah Ayu Pitaloka

Selasa, 19 Maret 2019 - 11:12

JATIMNET.COM, Surabaya – Penembakan brutal terjadi di atas trem kota yang sedang melaju di persimpangan 24 Oktoberplein, Utrecht, Belanda, Senin 18 Maret pukul 10:45 waktu setempat. Tiga orang meninggal dan lima terluka dalam peristiwa itu.

Polisi kini menangkap Gokmen Tanis (34) tersangka yang diduga melakukan penembakan tersebut.

“Seorang laki-laki mulai menembak secara serampangan,” kata seorang saksi mata dilansir dari BBC Selasa 19 Maret 2019.

Saksi lain mengatakan jika ia membantu memberikan pertolongan darurat pada seorang penumpang perempuan ketika trem tersebut berhenti mendadak.

BACA JUGA: Fiksi Kuliner Indonesia Membuka Festival Film di Belanda

“Saya melihat ada seseorang yang terlentang di belakang trem. Orang-orang kemudian keluar dari mobil dan membantu mengangkatnya,” katanya pada media publik Belanda, NOS.

“Saya membantu menariknya dan kemudian melihat seorang laki-laki bersenjata lari ke arah kami sambil mengacungkan senjatanya. Saya mendengar teriakan “penembak!, penembak!, dan saya langsung berlari,”.

Setelah trem berhenti, pelaku penembakan kemudian berlari meninggalkan lokasi.

Proses pencarian pun dilakukan oleh polisi anti terorisme dan berlangsung selama seharian.

BACA JUGA: Maskapai  Belanda Ini Genap Berusia 100 Tahun

Sekolah ditutup, keamanan di bandara dan masjid diperketat selama polisi anti teroris mencari tersangka. Universitas Utrecht ditutup dan trem tak mendapat akses masuk ke stasiun sentral.

Polisi juga mengedarkan foto pelaku di sosial media sekaligus peringatan untuk menjauhinya.

Mereka berpatroli dan melakukan penggerebekan di sekitar lokasi penembakan.

Polisi kemudian mengepung sebuah gedung yang berjarak sekitasr 3 kilometer dari lokasi penembakan dan membekuk tersangka pada Senin petang.

BACA JUGA: Selundupkan Kokain dari Belanda, Steve Beli Dari Sindikat Internasional

Dalam konferensi pers, jaksa menyebut motif penembakan berlandaskan masalah keluarga.

Keterangan ini berbeda dengan pernyataan polisi yang sebelumnya menduga penembakan adalah serangan teroris. Hal itu berangkat dari keterangan yang menyebutkan jika tersangka sempat ditahan oleh aparat setempat.

“Dia sempat ditangkap karena memiliki kaitan dengan IS (negra Islam ISIS), namun kemudian dilepaskan,” kata pengusaha itu kepada BBC.

Pengusaha lokal itu mengatakan pada BBC jika Tanis berkebangsaan Turki dan baru saja kembali dari Republik Cechnya, Rusia.

BACA JUGA: Max Factor Kembalikan Formula Satu ke Belanda

Wilayah yang dikenal sebagai tempat beroperasinya kelompok jihadis dan ISIS.

Dalam peristiwa itu, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengatakan negara telah dikejutkan dengan serangan, yang disebutnya sangat menggangu.

“Ada banyak pertanyaan dan rumor,” katanya. “Belum jelas apa motiv dibalik serangannya,”.

Menurutnya peristiwa itu tidak akan menggangu jadwal pemilihan lokal yang akan berlangsung Rabu, namun bendera akan dikibarkan setengah tiang.

BACA JUGA: Teroris Christchurch Beli Senjata Online, Selandia Baru Ketatkan Aturan

Sejumlah pemimpin dunia menyampaikan dukacita atas peristiwa itu, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez.

Hingga saat ini level ancaman di sekitar Utrecht telah diturunkan mengikuti penangkapan tersangka.

Sejumlah transportasi publik telah kembali dibuka.

Utrecht adalah kota terbesar keempat di Belanda dengan populasi sekitar 340 ribu.

Tingkat kriminal di kota ini tergolong rendah dan pembunuhan menggunakan senjata adalah hal yang langka seperti juga di kota lain di Belanda.

Baca Juga

loading...