Fiksi Kuliner Indonesia Membuka Festival Film di Belanda

Dyah Ayu Pitaloka

Kamis, 7 Maret 2019 - 10:05

JATIMNET.COM, Surabaya – Film karya sutradara Indonesia “Aruna dan Lidahnya”  diputar sebagai film pembuka dalam Festival Film CinemAsia di Kriterion Amsterdam Belanda yang diputar di Kriterion Amsterdam Belanda pada Selasa 5 Maret 2019.

Minister Counsellor Fungsi Pensosbud KBRI Denhaag, Renata Siagian menyebutkan film karya sutradara Edwin berhasil memukau dan menghanyutkan hampir 300 penonton yang memadati ruang theater.

Film yang dibintangi Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra itu menonjolkan kekayaan kuliner dan rempah-rempah Indonesia.

Melalui film “Aruna dan Lidahnya” para penonton dapat melihat dan merasakan kenikmatan cita rasa kuliner Indonesia.

BACA JUGA: Misteri Kekuatan "Time Travel" Captain Marvel

Film seolah menunjukkan cita rasa yang tercipta dari campuran berbagai rempah yang digunakan untuk menggelitik lidah.

“Saya menjadi sangat lapar dan ingin pergi ke Indonesia,”ujar beberapa penonton selepas menonton film Aruna dan Lidahnya karya sutradara Edwin yang membuka Festival Film CinemAsia di Kriterion Amsterdam Belanda, Selasa 5 Maret 2019.

Film ini sejalan dengan upaya KBRI Den Haag mempromosikan kekayaan kuliner Nusantara dan rempah-rempah Indonesia di Belanda melalui tema spice road.

Terpilihnya film Aruna dan Lidahnya sebagai pembuka CinemAsia membuktikan bahwa film Indonesia memiliki kualitas kelas dunia dan dapat dinikmati pencinta film di manca negara.

BACA JUGA: Legenda Komik Marvel, Stan Lee Tutup Usia

“Melihat antusiasme pengunjung hari ini, saya optimis film-film Indonesia yang berkompetisi dalam festival kali ini akan mendapatkan capaian yang maksimal” katanya.

Selain “Aruna dan Lidahnya”, empat film karya sutradara Indonesia lain ikut diputar di festival yang berlangsung hingga 10 Maret 2019 itu.

Ada film “Run to the Beach” karya Riri Riza, “Cek Toko Sebelah” karya Ernest Prakasa, dan “Ave Maryam” karya Ertanto Robby.

Selain ketiga film panjang tersebut, film seri horror Folklore “A Mother’s Love” karya Joko Anwar akan ditayangkan bersama Folklore “Nobody karya Eric Khoo” dari Singapura.

Suasana Indonesia terasa kental dalam pembukaan festival kali ini, dimana penonton menikmati penampilan tarian Bajidor Kahot yang dibawakan kelompok Ina Dance, dan berbagai aneka makanan kecil dengan cita rasa Indonesia.

BACA JUGA: Ave Maryam, Film Tentang Kisah Kasih Seorang Biarawati

Video promosi Wonderful Indonesia di awal screening semakin memperkuat impresi para penonton akan kekayaan alam dan budaya Indonesia.

Festival Film CinemAsia edisi ke-12 diadakan di Kriterion Theater Amsterdam, Belanda diikuti 15 negara antara lain Indonesia, Malaysia, Vietnam, China, Thailand, dan Singapura.

Festival juga melibatkan para juri, sutradara dan penggiat film dari 10 negara.

Festival diharapkan dapat memperkenalkan film-film Indonesia ke level Internasional dan membangkitkan semangat para sineas muda Indonesia untuk menghasilkan karya karya film terbaik, berkualitas dan dapat dinikmati pecinta film dunia. (Ant)

Baca Juga

loading...