Logo

Coffee Shop Kini Menjadi Tempat Bekerja Sekaligus Bersantai

Ruang yang nyaman sering kali bukan hanya menghadirkan secangkir kopi, tetapi juga membuka kesempatan untuk bertukar ide dan membangun hubungan.
Reporter:,Editor:

Jumat, 10 July 2026 00:30 UTC

Coffee Shop Kini Menjadi Tempat Bekerja Sekaligus Bersantai

Ilustrasi: Nongkrong Lebih Bermakna. -Dx Gen-AI

JATIMNET.COM - Budaya nongkrong mengalami perubahan yang cukup menarik dalam beberapa tahun terakhir. Jika dahulu kafe identik dengan tempat berkumpul bersama teman pada akhir pekan, kini fungsinya berkembang menjadi ruang multifungsi.

 

Banyak orang datang untuk menyelesaikan pekerjaan, mengikuti rapat daring, membaca buku, hingga mencari suasana yang lebih kondusif dibandingkan bekerja di rumah.

 

Fenomena tersebut tidak hanya terlihat di kota metropolitan seperti Jakarta, tetapi juga semakin nyata di Surabaya. Pertumbuhan kawasan komersial, meningkatnya jumlah pekerja fleksibel, serta kebutuhan akan ruang sosial yang nyaman membuat coffee shop menjadi bagian dari ritme kehidupan perkotaan.

 

Perubahan ini menunjukkan bahwa nongkrong tidak lagi semata-mata identik dengan menghabiskan waktu, melainkan menjadi bagian dari gaya hidup produktif yang menggabungkan pekerjaan, relasi sosial, dan waktu pribadi dalam satu tempat.

 

 

Coffee Shop Berubah Menjadi Ruang Aktivitas Harian

Perubahan pola kerja menjadi salah satu pendorong utama berkembangnya fungsi coffee shop. Setelah pandemi, semakin banyak perusahaan menerapkan sistem kerja yang lebih fleksibel. Sebagian karyawan dapat bekerja dari mana saja selama target pekerjaan tetap tercapai.

 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada 2024 Indonesia memiliki sekitar 145,77 juta penduduk bekerja. Di saat yang sama, sektor jasa, ekonomi kreatif, teknologi informasi, serta usaha berbasis digital terus bertumbuh sehingga menciptakan lebih banyak profesi yang tidak selalu bergantung pada kantor konvensional.

 

Kondisi tersebut melahirkan kebutuhan akan ruang kerja alternatif. Coffee shop menawarkan kombinasi yang sulit ditemukan di tempat lain, yakni akses internet, meja yang nyaman, suasana relatif tenang, serta kesempatan bertemu banyak orang tanpa kesan formal.

 

Di Surabaya, kondisi ini semakin terasa karena kota tersebut berkembang sebagai pusat perdagangan dan jasa di Jawa Timur.

 

Kawasan seperti Darmo, Gubeng, Manyar, hingga kawasan barat Surabaya dipenuhi berbagai pilihan kafe dengan konsep yang beragam. Tidak sedikit pengunjung yang datang sejak pagi dan baru meninggalkan tempat setelah beberapa jam bekerja.

 

 

Nongkrong Tidak Lagi Selalu Berarti Menghabiskan Uang

 

Pandangan bahwa nongkrong identik dengan perilaku konsumtif mulai berubah. Banyak orang kini datang dengan tujuan yang lebih jelas.

 

Mereka menyelesaikan pekerjaan, berdiskusi mengenai proyek, mengikuti kelas daring, bahkan melakukan wawancara kerja secara virtual.

 

Perubahan perilaku konsumen ini sejalan dengan meningkatnya penggunaan internet. Menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), tingkat penetrasi internet Indonesia periode 2024–2025 telah mencapai 79,5 persen dari total populasi.

 

Angka tersebut menunjukkan bahwa aktivitas digital sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Ketersediaan jaringan internet yang stabil membuat coffee shop berkembang menjadi ruang pendukung produktivitas.

 

Secangkir kopi sering kali menjadi "biaya akses" untuk memperoleh lingkungan kerja yang lebih nyaman dibandingkan bekerja sendirian di rumah.

 

Namun, perubahan ini juga melahirkan etika baru. Pengunjung mulai memahami pentingnya menjaga kebersihan meja, menggunakan fasilitas secara wajar, serta memberi kesempatan kepada pelanggan lain ketika tempat sedang ramai.

 

 

Mengapa Suasana Kafe Membantu Banyak Orang Lebih Fokus

 

Fenomena meningkatnya produktivitas di coffee shop bukan sekadar soal tren media sosial. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa lingkungan memiliki pengaruh terhadap kemampuan seseorang untuk berkonsentrasi.

 

Suasana dengan tingkat kebisingan sedang dapat membantu proses berpikir kreatif karena tidak terlalu sunyi sekaligus tidak terlalu ramai. Selain itu, keberadaan orang lain yang sama-sama bekerja sering kali menciptakan dorongan psikologis untuk tetap fokus menyelesaikan tugas.

 

Bagi sebagian orang, perpindahan lokasi kerja juga membantu mengurangi rasa jenuh. Pergantian suasana membuat aktivitas yang monoton terasa lebih segar tanpa harus melakukan perjalanan jauh.

 

Hal inilah yang menjelaskan mengapa banyak pekerja memilih menghabiskan beberapa jam di coffee shop ketika membutuhkan konsentrasi tinggi atau ingin menyelesaikan pekerjaan tertentu.

 

 

Coffee Shop Menjadi Bagian dari Ekonomi Perkotaan

Perubahan fungsi coffee shop juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal. Pertumbuhan industri makanan dan minuman menjadi salah satu sektor yang terus berkembang.

 

BPS mencatat bahwa penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi salah satu lapangan usaha yang terus menunjukkan pertumbuhan positif dalam beberapa tahun terakhir, didorong meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi setelah pandemi.

 

Di Surabaya, kehadiran coffee shop tidak hanya membuka peluang usaha bagi pemilik kafe. Rantai ekonomi yang terbentuk juga melibatkan petani kopi, pelaku UMKM makanan, pemasok bahan baku, pekerja kreatif, desainer interior, hingga pelaku industri digital yang mendukung operasional usaha.

 

Karena itu, coffee shop kini tidak sekadar menjadi tempat menikmati minuman, tetapi juga menjadi simpul aktivitas ekonomi yang mempertemukan berbagai profesi dalam satu ruang.

 

Budaya nongkrong terus mengalami evolusi mengikuti perubahan cara masyarakat bekerja dan berinteraksi. Coffee shop kini hadir sebagai ruang yang memadukan produktivitas, relasi sosial, dan kenyamanan dalam keseharian.

 

Selama dimanfaatkan secara proporsional, coffee shop sebagai tempat bekerja sekaligus bersantai menunjukkan bagaimana ruang publik dapat beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat modern tanpa kehilangan fungsi utamanya sebagai tempat berkumpul.