Jumat, 03 July 2026 06:00 UTC

Gudang di kawasan TPI Jalan Romokalisari Kelurahan Tambak Osowilangun, Kecamatan Benowo, Kota Surabaya terbakar, Jumat dini hari, 3 Juli 2026. Foto: Command Center.
JATIMNET.COM, Surabaya – Dua gudang penyimpanan mebel di kawasan pergudangan TPI, Jalan Romokalisari Kelurahan Tambak Osowilangun, Kecamatan Benowo, Kota Surabaya terbakar, Jumat dini hari, 3 Juli 2026.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden yang sempat menggegerkan warga sekitar tersebut. Namun, kerugian material yang dialami korban ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Selain menghanguskan bangunan, api juga membakar mebel yang tersimpan di gudang tersebut. Karena mayoritas mebel berbahan plastik yang mudah terbakar, maka upaya pemadaman oleh petugas berlangsung lebih dari enam jam.
Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, M. Rokhim mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian pada pukul 03.26 WIB.
Dalam sekejap, petugas dari Unit Tempur Pos TOW diberangkatkan menuju lokasi kejadian. “Petugas langsung melakukan upaya pemadaman karena api di dalam gudang sudah membesar,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Karena aki berkobar cukup besar, pihak DPKP akhirnya menerjunkan 20 unit pemadam kebakaran. Rinciannya, unit tempur dari berbagai rayon dan pos pemadam, serta lima unit tim rescue.
Selain itu, dua unit tangki air dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya turut diperbantukan untuk menyuplai kebutuhan air selama proses pemadaman.
Api utama baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.44 WIB. Selanjutnya, petugas melakukan proses pembasahan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa hingga lokasi dinyatakan kondusif pada pukul 09.35 WIB.
Menurut Rokhim, bangunan yang terbakar merupakan dua gudang dengan luas masing-masing sekitar 10 x 50 meter atau total area terdampak mencapai sekitar 1.000 meter persegi.
"Satu gudang berisi mebel berbahan plastik, sedangkan gudang lainnya menyimpan besi-besi, tumpukan kayu, serta satu unit forklift," ujarnya.
Saat kejadian, aktivitas di kawasan pergudangan masih berhenti sehingga tidak ada karyawan yang berada di dalam gudang. DPKP memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. "Perkiraan kerugian hingga ratusan juta rupiah," terang Rokhim.
Pemilik gudang diketahui berinisial Y.S. (52), warga Jalan Petemon III, Surabaya yang datang langsung ke lokasi kejadian. "Hingga kini, penyebab kebakaran masih belum diketahui dan masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang," jelasnya.
