Tawari Pelanggannya Jasa Prostitusi Online, Gadis Pemandu Lagu Dibekuk

Seorang SPG yang dijajakan
Yosibio

Jumat, 31 Mei 2019 - 19:29

JATIMNET.COM, Blitar - Satreskrim Polres Blitar Kota membekuk KS (20), seorang perempuan pemandu lagu, asal Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar terkait kasus prostitusi online.

Tersangka menjajakan NDL, seorang Sales Promotion Girl (SPG) yang masih teman akrabnya sendiri, kepada pelanggannya melalui WhatsApp.

Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar mengatakan petugas Satreskrim menangkap tersangka di sebuah hotel ternama di Jalan Anjasmoro Kota Blitar usai bertransaksi secara tunai dengan pelanggannya (YSD).

BACA JUGA: Satpol PP Kota Blitar Tutup Sembilan Karaoke

"KS akhirnya dibawa petugas ke Polres Blitar Kota untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Adewira, Jumat 31 Mei 2019.  

Polisi menjerat tersangka dengan pasal 506 atau pasal 296 KUHP dengan ancaman pidana penjara 1 tahun 4 bulan.

Di depan petugas, KS mengaku baru dua kali ini menawarkan jasa prostitusi online kepada pelanggannya. Tersangka mengatakan bahwa NDL sedang membutuhkan uang lebaran dan minta tolong dirinya.

BACA JUGA: Polda Jatim Bongkar Kasus Prostitusi dan Striptis di Blitar

Setelah mendapat pelanggan dan sepakat bagi hasil, NDL diantar ke hotel untuk menemui pelanggannya.

"NDL butuh uang, saya membantu dia. Kesepakatannya Rp 1,2 juta. Dia dapat Rp 900 ribu dan saya Rp 300 ribu," kata KS saat dikonfirmasi di Mapolres Blitar Kota.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari penggerebekan ini, di antaranya sebuah handphone dan uang tunai senilai Rp 1,2 juta. Polisi juga mengamankan kedua pasangan yang berada di dalam kamar dalam penggerebekan itu.

BACA JUGA: Empat Bulan, Pengadilan Agama Blitar Tangani 1.839 Kasus Cerai

Informasi yang dihimpun Jatimnet menyebutkan, pengungkapan kasus prostitusi online yang melibatkan pemandu lagu ini bukan yang pertama kalinya dilakukan Polres Blitar Kota dalam setahun terakhir.

Sebelumnya, polisi juga mengungkap kasus jasa prostitusi online yang juga melibatkan para gadis pemandu lagu. Mereka menawarkan jasa prostitusi online melalui muncikari lain.

"Ini sepertinya dampak rumah karaoke yang ditutup di Kota Blitar sehingga pemandu lagu mencari keuntungan cara lain, " pungkas Adewira.  

Baca Juga

loading...