Surabaya Jadi Rujukan Pengelolaan Sampah ASEAN

David Priyasidharta

Sabtu, 4 Mei 2019 - 08:01

JATIMNET.COM, Jakarta - Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Karliansyah mengapresiasi tata cara pengelolaan sampah di Surabaya. Ia mengklaim Surabaya patut menjadi contoh bagi kota lainnya di Indonesia dan bahkan di ASEAN.

Karliansyah mengatakan dari segi sarana, Surabaya mempunyai salah satu pusat daur ulang sampah yaitu Pusat Daur Ulang (PDU) Jambangan yang layak menjadi panutan.

Fasilitas daur ulang sampah yang dibangun pada 2015 ini dapat mengelola 5-6 ton sampah per hari, dengan kapasitas maksimum 20 ton per hari, serta income harian dari sampah yang terolah adalah Rp 6 juta per hari.

"Kami ingin menunjukkan kepada Sekjen dan Duta Besar Negara ASEAN, bahwa Surabaya adalah leader dalam pengelolaan sampah," katanya dalam rangkaian kunjungan ekskursi rombongan Sekjen dan perwakilan tetap negara anggota ASEAN terkait pengelolaan sampah di PDU Jambangan, Jumat 3 Mei 2019.

BACA JUGA: Sebagian Kecil Sampah Plastik di Indonesia Bisa Didaur Ulang

Pengelolaannya, kata dia, bukan hanya digerakkan oleh Pemda, tapi muncul dari inisiatif masyarakat sendiri. "Inilah yang ingin kami tunjukkan," ujarnya.

Lokasi daur ulang ini menerapkan teknologi Black Soldier Fly (BSF), yang merupakan hasil kerja sama antara KLHK dengan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya.

Teknologi ini memanfaatkan larva lalat untuk memakan sampah organik dari sisa makanan/limbah rumah tangga, yaitu setiap 10 ribu larva, mampu mengurai limbah sebanyak 12 kilogram, dalam 12 hari.

BACA JUGA: Lokasi Bazar Ramadan di Masjid Al Akbar Digeser

"Di PDU ini adalah proyek KLHK tahun 2015, dan saat ini Pemkot Surabaya akan membangun 3 lagi. Kami dengar tadi hasilnya 30 persen jadi kompos, sebagian menjadi number energi listrik, dan anda bisa lihat proses pengomposannya dengan menggunakan larva", tambah Karliansyah.

Saat ini di Indonesia sudah ada 12 PDU serupa, diantaranya di DAS Citarum, Labuan Bajo, Ponorogo, Bandung, Kota Bandung, Cimahi.

"Kota di Indonesia patut menjadi contoh pengelolaan sampah bagi kota-kota di ASEAN. Saya berharap Indonesia dapat berbagi pengetahuan dan teknologi dengan Negara ASEAN lainnya", imbuh Sekjen ASEAN H.E Dato Lim Jock Hoi usai meninjau PDU Jambangan.

BACA JUGA: 21 Ribu Apem Meriahkan Tradisi Megengan di Surabaya

Dalam peninjuan lokasi di Kecamatan Jambangan, rombongan juga melihat keberhasilan bank sampah. Keberadaan bank sampah di kecamatan tersebut berhasil mengajak warga untuk menabung dengan cara menyetorkan sampah.

Setelah sampah terkumpul, akan dijual dan hasil uangnya dapat diambil lagi oleh masyarakat saat membutuhkan, seperti pada momen hari raya atau pada saat anak masuk sekolah.

Di akhir kunjungan, Sekjen ASEAN mencoba "Suroboyo Bus", yaitu transportasi ramah lingkungan yang mensyaratkan pembayaran ongkos bus dengan sampah plastik.

Bagi penumpang yang akan naik dapat memilih untuk membayar ongkos bus, yaitu 5 botol ukuran tanggung atau 3 botol besar, atau 10 gelas air mineral, atau kantong plastik (kresek), dan kemasan plastik. Penumpang bisa berkeliling Surabaya selama 2 jam secara gratis.

Baca Juga

loading...