21 Ribu Apem Meriahkan Tradisi Megengan di Surabaya

Baehaqi Almutoif

Jumat, 3 Mei 2019 - 19:57

JATIMNET.COM, Surabaya - Masjid Nasional Al Akbar Surabaya menggelar tradisi megengan kubro untuk menyambut bulan Ramadan, Jumat 3 Mei 2019. Dalam acara ini, gunungan yang terbuat dari 21 ribu kue apem dibagikan kepada seluruh peserta yang hadir.

Tradisi megengan yang diselenggarakan setiap tahun ini dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Khofifah mengatakan, megengan merupakan wujud sosiokultural yang ada di masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan. "Kebetulan saja berdekatan dengan Ramadan, pendekatan sosiokultural jadi lebih spiritual," ujar Khofifah.

BACA JUGA: Jelang Ramadan, Muslim Perantau di Denpasar Gelar Tradisi "Megengan"

Secara filosofi, lanjut mantan Menteri Sosial era kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla itu, apem berasal dari bahasa arab 'afuwwun' yang berarti mohon ampun. Menjelang bulan suci seperti ini, kata dia, megengan menjadi momen bagi setiap individu untuk saling memaafkan, baik itu dengan Tuhan maupun sesama manusia.

"Jadi kan masuk Ramadan orang pada posisi habluminallah, dia akan selalu memperbanyak tadarus, salat sunnah. Apemnya pada habluminannas (saling memaafkan antar manusia)," urainya.

Memasuki bulan Ramadan, Khofifah menegaskan bahwa bulan ini merupakan bulan yang sangat ditunggu oleh seluruh umat Islam. Bulan yang penuh ampunan dengan memperbanyak ibadah wajib dan sunnah.

BACA JUGA: Jelang Ramadan, Megawati Nyekar ke Makam Bung Karno

Di tempat yang sama, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berpesan, agar Masjid Nasional Al Akbar meski jauh dari perkampungan namun dapat dimanfaatkan belajar agama bagi anak-anak luas. Tidak hanya sebatas belajar rukun iman, bacaan salat, dan membaca Al Quran semata.

Melainkan lebih dari itu, di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya diharapkan mengajarkan akhlak kepada anak-anak. "Nanti tidak ada yang memukuli gurunya lagi. Terus anak-anak bisa tangguh kuat. Tidak gampang tergoda narkoba atau minuman keras," ungkapnya.

Baca Juga

loading...