Logo

Pengeroyokan oleh Terduga Gangster di Tuban Berawal dari Kopdar

Reporter:,Editor:

Kamis, 23 July 2026 03:00 UTC

Pengeroyokan oleh Terduga Gangster di Tuban Berawal dari Kopdar

Wakapolresta Tuban Kompol Supiyan bersama pejabat Polres Tuban menunjukkan barang bukti yang disita dalam kasus pengeroyokan oleh terduga gangster dengan korban anak, Rabu sore, 22 Juli 2026. Foto: Zidni Ilman.

JATIMNET.COM, Tuban – Polisi mengungkap kronologi aksi pengeroyokan yang diduga dilakukan kelompok bernama "Geng Pukul" di Kabupaten Tuban. Aksi kekerasan tersebut bermula dari kegiatan kopi darat (kopdar) di sebuah warung kopi di Kecamatan Plumpang.

Dalam konferensi pers pada Rabu sore, 22 Juli 2026, Wakapolresta Tuban Kompol Supiyan menjelaskan, sekitar 100 orang mengikuti kopdar pada Sabtu, 18 Juli 2027. Saat kegiatan berlangsung, salah satu peserta berinisial RND melihat siaran langsung di TikTok mengenai acara tasyakuran sebuah komunitas.

RND kemudian mengajak peserta kopdar melakukan aksi sweeping. Sekitar 30 orang mengikuti ajakan tersebut, sedangkan peserta lainnya tetap berada di lokasi.

Rombongan lalu bergerak menuju wilayah Tuban dan melakukan aksi pengeroyokan di empat titik berbeda.

Lokasi pertama berada di depan BRILink Desa Mandirejo, Kecamatan Merakurak sekitar pukul 01.45 WIB. Lima menit kemudian aksi berlanjut di depan Koramil Merakurak.

Selanjutnya, para pelaku menuju perempatan Desa Sumurgung sekitar pukul 02.00 WIB sebelum kembali melakukan aksi di Jalan Raya kawasan Perhutani, Kecamatan Grabagan sekitar pukul 02.30 WIB.

Dalam setiap aksinya, para pelaku diduga memukul dan menendang korban secara bersama-sama. Mereka juga menggunakan selang serta kursi untuk menganiaya korban.

Akibatnya, sebanyak tujuh korban yang sebagian merupakan anak di bawah umur mengalami luka lebam dan lecet pada bagian wajah, kepala, tangan maupun badan. Selain itu, sepeda motor milik korban juga mengalami kerusakan akibat aksi tersebut.

Polisi memastikan penyelidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku lain serta memburu RND yang diduga menjadi penggerak utama aksi sweeping tersebut.