STTS Kenalkan Teknologi Manajemen Lingkungan Industri

Khoirotul Lathifiyah

Selasa, 2 April 2019 - 22:17

JATIMNET.COM, Surabaya – Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (STTS) memperkenalkan inovasi SimaPro dan Reverse Osmosis untuk memperbaiki kinerja perusahaan. Inovasi ini bertujuan agar pelaku usaha turut dalam menjaga lingkungan dengan mengelola limbah yang dihasilkan industri.

“SimaPro adalah perangkat lunak yang memungkinkan penggunannya menggunakan data global untuk melakukan analisis siklus hidup produknya,” kata Ketua Pelaksana Sri Rahayu dalam acara semiloka sehari Penerapan EMA dan LCA untuk Memperbaiki Kinerja Perusahaan di Auditorium STTS, Selasa 2 April 2019.

Penggunaan inovasi ini harus dibarengi dengan manajemen lingkungan dengan menerapkan dua hal. Pertama adalah Environment Management Accounting (EMA) sebagai alat ukur kinerja lingkungan perusahaan, baik bersifat jangka panjang maupun jangka pendek, dari perspektif keuangan maupun fisik.

Selanjutnya Life Cycle Management (LCA) merupakan bagian dari EMA yang khusus menilai dan mengukur total dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh sebuah produk dan pengemasannya.

BACA JUGA: Mahasiswa Ubaya Ciptakan Miniatur Budaya Indonesia Melalui NEKA

Pada kesempatan yang sama, alumni EMA Small to Medium Enterprises (SEA) Tigor Tambunan menyampaikan reverse osmosis yang berfungsi menyaring berbagai macam air yang meliputi PDAM, air sumur, air sungai yang disaring untuk menghasilkan air berkualitas tinggi.

“Alat ini disediakan untuk berbagai skala, termasuk dalam skala kecil yang bisa digunakan untuk rumah tangga,” katanya.

Jadi technology filter air industrial reverse osmosis ini dapat digunakan untuk menyaring air mulai dari rumah tangga, industri menengah hingga industri besar.

Teknologi filter air industrial sangat bermanfaat untuk mendapatkan sumber daya air berkualitas tinggi yang sangat vital. Tujuannya untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi produksi sektor manufaktur tertentu.

BACA JUGA: Dosen Ubaya Kenalkan Metode Memahami Kebutuhan Tanaman

Tigor menyampaikan untuk penunjang reserve osmosis dilengkapi dengan Teknologi 3D Scanner yang merupakan salah satu teknologi digital tercanggih untuk membantu proses perhitungan siklus hidup sebuah produk.

“Kedua inovasi ini untuk melihat kegiatan industri mulai dari aspek bahan, proses pembuatan, dan penggunaan produk, sepanjang siklus indsutrinya,” katanya.

Inovasi dan manajemen ini dilatarbelakangi dengan data World Economic Forum yang menyatakan bahwa Indonesia penyumbang limbah plastik terbesar di dunia.

Ditambah paradigma manajemen lingkungan tradisional yang menganggap manajemen lingkungan identik dengan manajemen limbah (waste) yang harus dibuang. Karena dalam pengelolaannya harus menggunakan biaya yang mahal.

Hal itu menyebabkan perusahaan enggan mengelola limbah. Menurutnya hal ini harus diubah, karena jika tidak keberlanjutan daya topang masa depan bumi terhadap kehidupan manusia akan semakin mengkhawatirkan.

Baca Juga

loading...