Melalui metode Green Biotechnology

Dosen Ubaya Kenalkan Metode Memahami Kebutuhan Tanaman

Khoirotul Lathifiyah
Khoirotul Lathifiyah

Senin, 11 Maret 2019 - 21:35

JATIMNET.COM, Surabaya - Dosen Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (Ubaya) Johan Sukweenadhi mengenalkan metode Green Biotechnology untuk memahami kebutuhan tanaman. Metode tersebut digunakan sebagai sarana menguak sistem komunikasi pada tanaman.

"Metode ini sangat penting agar petani bisa mendapatkan hasil tanam yang berkualitas," kata Johan diwawancarai usai Rapat Terbuka Senat Ubaya di Ruang Serbaguna Gedung Perpustakaan, Senin 11 Maret 2019.

Menurut Johan, komunikasi terjadi antara sesama tanaman atau dengan organisme lain seperti mikroba, serangga, herbivora, atau burung. Sedangkan peran manusia menangkap dampak dari komunikasi tersebut.

Ia mengungkapkan tanaman kerap kali dianggap sebagai makhluk hidup yang tidak bisa menerima, mengirim, dan menyampaikan pesan atau respon layaknya manusia. Hal ini membuat manusia menjadi sulit untuk mengetahui posisi dan kebutuhan nutrisi pada tanaman.

BACA JUGA: Cemara Udang, Tanaman Pemecah Ombak yang Bernilai Tinggi

"Padahal sebenarnya tumbuhan bisa berkomunikasi. Nah, melalui uji eksperimen yang telah saya lakukan, tanaman terbukti memiliki sistem komunikasi khusus untuk mengetahui kondisi atau keadaan lingkungan,” katanya.

Menurutnya, sistem komunikasi yang terjadi ini dapat menguntungkan atau merugikan tanaman. Semisal, dapat menimbulkan stres dan mengancam kehidupannya.

Pada tanaman, kata Johan, komunikasi terjadi melalui respon senyawa kimia. Sebagai contoh ketika serangga mengunyah daun, tanaman akan merespon dengan melepaskan senyawa volatil organik atau Volatile Organic Compounds (VOCs).

BACA JUGA: Tanaman Ini Bisa Tingkatkan Libido dan Turunkan Stres

Tanaman lain dapat mendeteksi sinyal yang terbawa udara dan meningkatkan produksi senyawa kimia sebagai mekanisme pertahanan dan ini adalah respon tanaman untuk bertahan hidup.

"Dengan kata lain, tumbuhan akan lebih waspada dan mengaktifkan proteksi pertahanan diri terhadap serangan penyakit seperti hama dan lainnya," kata Johan.

Komunikasi antara tanaman dengan bakteri yang satu dengan yang lain memiliki jalur berbeda. Tanaman dengan bakteri A memiliki jalur komunikasi yang cocok, akan menunjukkan adanya hubungan saling menguntungkan. Sedangkan tanaman dengan bakteri B memiliki jalur komunikasi yang tidak cocok, akan menimbulkan kerugian.

“Dengan mengetahui jalur komunikasi tanaman, kita terbantu untuk memahami apa yang dibutuhkan tanaman, bakteri apa yang merugikan dan menguntungkan. Sehingga tanaman bisa tumbuh lebih cepat, berbuah lebih banyak, dan tahan terhadap stres,” kata Johan.

BACA JUGA: Empat Jenis Tanaman Hias yang Bisa Murnikan Udara

Selama ini masyarakat sudah menerapkan green biotechnology, akan tetapi belum memperhatikan protein, gen, maupun metabolismenya. Oleh karena itu tantangan bagi warga Indonesia untuk melakukan penelitian.

"Misalnya petani yang sudah melakukan persilangan pohon atau pencarian bibit unggul untuk bercocok tanam," katanya.

Johan mengungkapkan, walau terdengar asing dan termasuk bidang baru untuk dipelajari, namun ilmu ini bermanfaat bagi petani di Indonesia dalam merekayasa produk pertanian.

BACA JUGA: Berikut Delapan Jenis Tanaman yang Ampuh Usir Nyamuk

Tujuannya antara lain agar mudah mengendalikan pertumbuhan tanaman, mengarahkan produksi tanaman, memunculkan sifat unggul tanaman, serta membuat tanaman mampu menghadapi serangan abiotik (stres garam, kekeringan, banjir, logam berat) maupun biotik (serangga, herbivora, bakteri, jamur, red).

"Misalnya seperti di Jepang yang sudah menciptakan semangka yang berbentuk kotak. Nah ini akan menimbulkan efisiensi proses pengiriman buah-buahan tersebut," katanya.

Menurut Johan, dengan memahami sistem komunikasi tanaman, maka bisa menjadi wawasan dan terobosan baru melalui pemanfaatan bioteknologi.

Sehingga, sumber daya alam hayati di Indonesia terutama tanaman bisa digunakan semaksimal mungkin, baik untuk komoditi tanaman pangan, tanaman hias, atau tanaman obat.

Baca Juga

loading...