Silaturahmi Kepala BNPT dengan Umar Patek, Ini yang Dibicarakan

David Priyasidharta

Sabtu, 4 Mei 2019 - 07:19

JATIMNET.COM, Sidoarjo - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius mengunjungi Umar Patek, narapidana terorisme di Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas 1 Porong, Sidoarjo, Jumat 3 Mei 2019.

Dalam pertemuan itu, Umar Patek sempat mencurahkan isi hatinya. “Saya merasakan bahwa saya tidak sendirian, di tengah banyaknya masyarakat yang mengucilkan saya," kata Umar Patek.

Di dalam lapas, Umar merasa memiliki banyak teman dan sahabat yang memperhatikan sehingga ia merasa tidak sendirian. "Saya merasa tidak sendirian,” ujar Umar Patek.

BACA JUGA: Kepala BNPT Kunjungi Pusat Deradikalisasi di Tenggulun Lamongan

Pelaksana Harian Kalapas Kelas 1 Porong, Sumardi mengungkapkan pendapatnya mengenai metode pendekatan yang lunak secara efektif dan efisien menjadi poin penting keberhasilan dalam membina Umar Patek.

"Ini telah menjadi inspirasi narapidana terorisme lainnya untuk kembali ke jalan yang benar," katanya dalam laman BNPT.

Hal ini juga menjadi tolak ukur kualitas petugas maupun pembina lapas dalam menangani kasus serupa. “Terkait dengan pembinaan saudara Umar Patek dan warga binaan lainnya, tujuannya agar mereka tidak mengulangi perbuatannya lagi dan kemudian diterima di masyarakat dan berguna bagi bangsa dan negara," katanya.

Umar Patek, menurut Sumardi, telah melalui proses pembinaan  deradikalisasi. "Ia telah kembali ke NKRI, hal ini ditunjukkannya dengan aktif mengikuti upacara pada hari besar nasional bahkan mengibarkan Sang Saka Merah Putih,” ujarnya.

Sementara Kepala BNPT mengatakan mereduksi radikalisme tidak harus selalu menggunakan pendekatan represif. Penegakan hukum harus diimbangi dengan tindakan preventif menggunakan pola pendekatan kemanusiaan agar tidak menciptakan rasa dendam maupun melahirkan bentuk kekerasan yang baru.

BACA JUGA: Tak Punya KTP, Umar Patek Kesulitan Nyoblos Saat Pemilu

Melalui kegiatan-kegiatan BNPT seperti silaturahmi seperti ini, kata Suhardi, menjadi wujud kehadiran negara mengurai dan mencari jalan keluar dari permasalahan radikalisme dan terorisme dari hulu ke hilir.

“Ini membuktikan bahwa negara hadir dalam program deradikalisasi. Teman-teman yang sudah keluar maupun masih di dalam lapas kita rangkul dengan baik jangan sampai termarjinalkan," katanya.

Suhardi mengatakan napiter akan diberikan akses, dan diperhatikan keluarganya dan ekonominya sehingga situasinya kondusif dan dapat berdampingan hidup di masyarakat dengan baik.

Baca Juga

loading...