Jumlah pengungsi mencapai 9.691 orang.

Seratusan Korban Tewas Akibat Banjir Bandang di Sentani, Papua

Dyah Ayu Pitaloka

Rabu, 20 Maret 2019 - 15:31

JATIMNET.COM, Surabaya – Tim SAR gabungan berhasil mengidentifikasi 104 orang meninggal akibat banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. 40 korban meninggal lain belum berhasil diidentifikasi, Rabu 20 Maret 2019. 

Tim SAR juga mencatat 160 orang terluka, dengan rincian 85 orang luka berat dan 75 orang luka ringan. 

“Personil gabungan terus melakukan penanganan darurat,” cuit Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, lewat akun Twitternya @Sutopo_PN dipantau Jatimnet.com, pada Rabu 20 Maret 2019.

Korban meninggal yang bisa diidentifikasi, sebanyak 97 orang berasal dari Kabupaten Jayapura, dan tujuh korban dari Kota Jayapura, dilansir dari siaran pers humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).  

BACA JUGA: Banjir Bandang di Sentani, 89 Orang Tewas 

Bupati Jayapura Mathius Awaitaouw, memutuskan korban akan dimakamkan secara massal, pada Kamis 21 Maret 2019. Pemakaman massal ditetapkan setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan gereja, yang dituangkan dalam bentuk tertulis.

Pemda Jayapura sudah menyiapkan lahan dan kendaraan untuk pemakaman massal.

Selain korban meninggal, terdapat 79 orang belum ditemukan.

Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian, sesuai dengan laporan masyarakat, yang menyatakan anggota keluarganya belum ditemukan.

BACA JUGA: Banjir Rendam Ratusan Rumah dan Lahan Pertanian

Banjir Bandang juga menyebabkan pengungsi semakin bertambah. Tercatat 9.691 orang mengungsi yang tersebar di 18 titik pengungsian.

Meningkatnya jumlah pengungsi, karena rasa trauma dan takut akan adanya banjir bandang susulan, mengingat hujan masih sering turun di wilayah Jayapura.

Bertambahnya pengungsi ini, menyebabkan beberapa tempat pengungsian penuh, dan kondisinya tidak nyaman. Selain itu, petugas juga mengalami kesulitan dalam distribusi bantuan.

Sehingga, 18 titik pengungsian akan dikumpulkan menjadi enam titik, agar memudahkan distribusi bantuan.

BACA JUGA: Banjir Masih Rendam Sentani, 4.157 Jiwa Mengungsi

Banjir juga merusak bangunan warga.

Tercatat 375 rumah rusak berat, lima unit ibadah rusak berat, delapan sekolah rusak berat, 104 unit ruko rusak berat, empat jembatan rusak berat dan empat ruas jalan rusak berat.

Berbagai upaya penanganan darurat dilakukan oleh 2.317 personil dari 28 lembaga dan organisasi, seperti evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban, pelayanan kesehatan, dapur umum, serta penanganan pengungsi perbaikan sara prasana darurat.

BACA JUGA: Ponorogo Tekor Miliaran Rupiah Akibat Banjir

Balai Besar Jalan Nasional masih melakukan pembersihan jalan protokol Sentani, dengan mengerahkan 14 unit excavator dan 3 unit loader.

Disiapkan jembatan balley dengan bentang 30 meter, 25 meter dan 9 meter pada jembatan yang rusak.

Dinas PU Kabupaten Jayapura telah membangun 16 unit MCK, dan akan ditambah. Namun, penyediaan air bersih terkendala antrean pengambilan air dari sumber air PDAM.

BACA JUGA: Pemkot Surabaya Tambah Kapasitas Pompa Air Atasi Banjir Rob

Perbaikan listrik juga terus dilakukan oleh petugas.

Bupati Kabupaten Jayapura telah menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari terhitung mulai 16 – 29 Maret 2019.

Terdapat lima distrik yang terdampak bencana, yaitu Distrik Sentani, Waibu, Sentani Barat, Ravenirara, dan Depapre.

Sementara itu, Gubernur Papua Lukas Enembe, telah menetapkan tingkatan bencana sebagai bencana darurat provinsi, karena terjadi di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura.

BACA JUGA: Bulog Penuhi Kebutuhan Beras di Daerah Terdampak Banjir Jatim

Bantuan dari  pusat, pemda, masyarakat dan dunia usaha terus mengalir.

BNPB telah menyerahkan bantuan dana siap pakai sebesar Rp 1,5 miliar untuk operasional penanganan darurat, yaitu Rp 1 miliar untuk BPBD Kabupaten Jayapura, Rp 250 juta untuk BPBD Kota Jayapura, dan Rp 250 juta untuk BPBD Provinsi Papua.

Baca Juga

loading...